<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>... yang terampas dan yang putus</title>
	<atom:link href="http://miftahrahman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://miftahrahman.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 14:30:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='miftahrahman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6cb9e970261d180136309abb65a4fd3f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>... yang terampas dan yang putus</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://miftahrahman.wordpress.com/osd.xml" title="... yang terampas dan yang putus" />
	<atom:link rel='hub' href='http://miftahrahman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hendrix</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/22/hendrix/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/22/hendrix/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 06:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[AlbertKing]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Jimi Hendrix]]></category>
		<category><![CDATA[Mitch Mitchell]]></category>
		<category><![CDATA[Stone Free]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1789</guid>
		<description><![CDATA[Dua bulan menjelang pemilu, dalam kampanye pencalonan presiden, Barack Obama menyampaikan pidato yang mengejutkan. Selama ini ia dikenal tidak pernah mengutip orang lain, tapi kali itu, menjelang akhir pidato, ia menggunakan satu lirik lagu seorang musisi Amerika, Jimi Hendrix, untuk menyerang Partai Republik. &#8216;Mereka berbicara tentang saya seperti seekor anjing. Membicarakan tentang pakaian yang saya&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/22/hendrix/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1789&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jh.jpg"><img class="size-full wp-image-1790 alignleft" title="Jimi Hendrix" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jh.jpg?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><span style="color:#000000;">Dua bulan menjelang pemilu, dalam kampanye pencalonan presiden, Barack Obama menyampaikan pidato yang mengejutkan. Selama ini ia dikenal tidak pernah mengutip orang lain, tapi kali itu, menjelang akhir pidato, ia menggunakan satu lirik lagu seorang musisi Amerika, Jimi Hendrix, untuk menyerang Partai Republik.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8216;Mereka berbicara tentang saya seperti seekor anjing. Membicarakan tentang pakaian yang saya pakai. Tapi mereka tidak menyadari dirinya orang-orang yang kaku.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Kata-kata tersebut terdapat dalam lagu </span><a class="zem_slink" title="Stone Free" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stone_Free"><span style="color:#000000;">Stone Free</span></a><span style="color:#000000;">, yang ditulis oleh </span><a class="zem_slink" title="Jimi Hendricks" rel="homepage" href="http://www.jimihendrix.com/"><span style="color:#000000;">Jimi Hendrix</span></a><span style="color:#000000;"> pada tahun 1966, setelah kepindahannya dari Inggris.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ketika Obama mengutip kalimat tersebut, si pemilik lagu telah meninggal dunia 38 tahun yang lalu, tepatnya pada 18 September 1970.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jimi Hendrix, pada tahun 1999 oleh majalah Mojo dinobatkan sebagai Gitaris Terbaik Sepanjang Masa.  Empat tahun kemudian, majalah Rolling Stone dan Total Gitar melakukan hal yang serupa. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kenapa mesti Jimi Hendrik, seorang pemusik yang baru menelorkan 3 album?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a class="zem_slink" title="Pete Townshend" rel="imdb" href="http://www.imdb.com/name/nm0870228/"><span style="color:#000000;">Pete Townshend</span></a><span style="color:#000000;">, gitaris dan penulis lagu band The Who, mengatakan: ’Ketika dia mulai main, sesuatu berubah: warna berubah, segalanya berubah.”</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a class="zem_slink" title="Joe Bonamassa" rel="homepage" href="http://www.jbonamassa.com/"><span style="color:#000000;">Joe Bonamassa</span></a><span style="color:#000000;"> berkata  pada media  MusicRadar, “Aku tidak berpikir akan ada musik seperti yang sekarang kau dengar di radio tanpa Jimi Hendrix.”</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berikut penuturan para musisi tentang peran Jimi dalam menginspirasi jalan hidup mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;"><a class="zem_slink" title="Yngwie Malmsteen" rel="homepage" href="http://www.yngwiemalmsteen.com"><span style="color:#000000;">Yngwie Malmsteen</span></a></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku adalah anak termuda di keluargaku. Kakak laki-laki dan perempuanku adalah seorang musisi. Mereka sudah mulai bermain saat masih kecil. Kakak laki-lakiku memainkan piano, drum, bas, akordion dan lain-lain sedangkan kakak perempuanku pemain piano yang sangat hebat, juga seorang penyanyi yang bagus. Dia bermain flute klasik dalam orchestra atau semacamnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi_hendrix_wallpaper_by_omerphiaz.jpg"></a>Ibuku sangat menginginkan aku menjadi seorang musisi. Dia memberiku gitar pada ulang tahunku yang ke lima, tapi aku tidak memainkannya sampai ketika usiaku 7 tahun. Dan alasan aku bermain adalah ketika tersiar kabar di TV; ” Hari ini Jimi Hendrix meninggal.”. Saat itu tanggal 18 September 1970. Kemudian ditayangkan gambar bagaimana Jimi membakar gitarnya sewaktu di Monterey. Aku belum pernah mendengar musiknya, aku hanya melihat ia membakar gitarnya, dan aku berkata,”Kereeeen!” Lalu aku mengambil gitar yang tergantung di tembok dan mulai mempelajarinya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hendrix menginspirasiku untuk bermain, tapi aku lebih terpengaruh oleh penampilannya daripada musiknya. Dia kelihatan sangat keren dan  pemain yang luar biasa.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi_hendrix_wallpaper_by_omerphiaz.jpg"><img title="Jimi_Hendrix_wallpaper_by_OmerPhiaz" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi_hendrix_wallpaper_by_omerphiaz.jpg?w=384&#038;h=288" alt="" width="384" height="288" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;">Erick Johnson</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Ketika aku sudah mulai bermain gitar, aku belum pernah mendengar nama Jimi Hendrix atau </span><a class="zem_slink" title="The Jimi Hendrix Experience" rel="amazon" href="http://www.amazon.com/Jimi-Hendrix-Experience/dp/B00004WKII%3FSubscriptionId%3D0G81C5DAZ03ZR9WH9X82%26tag%3Dzemanta-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3DB00004WKII"><span style="color:#000000;">The Jimi Hendrix Experience</span></a><span style="color:#000000;"> atau segala sesuatu tentangnya. Hingga seorang teman yang baru pulang dari New York datang  membawa album berjudul Are You Experience. Ia menyetelnya, dan aku ingat, itu benar-benar ide yang cemerlang. Tapi di saat bersamaan, ini gila dan aneh sekali hingga aku tidak tahu bagaimana ia membuatnya.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Kamu mesti faham, duniaku saat itu berada di seputar minuman Dr Prepper dan musik  Surf. Aku bertemu dengan orang-orang seperti </span><a class="zem_slink" title="Albert King" rel="lastfm" href="http://www.last.fm/music/Albert%2BKing"><span style="color:#000000;">Albert King</span></a><span style="color:#000000;"> dan </span><a class="zem_slink" title="Freddie King" rel="homepage" href="http://www.freddiekingsite.com"><span style="color:#000000;">Freddie King</span></a><span style="color:#000000;">, </span><a class="zem_slink" title="John Mayall" rel="homepage" href="http://www.johnmayall.com"><span style="color:#000000;">John Mayall</span></a><span style="color:#000000;"> dan Bluesbreakernya, Yardbird dan </span><a class="zem_slink" title="Jeff Beck" rel="homepage" href="http://www.jeffbeck.com"><span style="color:#000000;">Jeff Beck</span></a><span style="color:#000000;">. Tapi aku benar-benar tidak siap untuk mendengarkan sesuatu semacam Third Stone From The Sun.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tidak ada seorangpun yang melakukan seperti apa yang Jimi lakukan. Mendengarkannya aku seakan berjumpa dengan  makanan yang memiiki  warna atau  cita rasa yang baru. Kau tidak memiliki acuan, serius, tapi kau tahu pikiranmu telah diubah ke sesuatu  yang tak masuk akal.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Terus terang, aku saat itu tidak tahu kalau ia memainkan gitar. Aku mengganggap, apakah ia sedang bermain dengan sejenis alat musik yang belum pernah kudengar namanya? Bagaimana ia mendapatkan suara seperti itu? Suara-suaranya sangat aneh dibandingkan dengan yang dilakukan orang-orang pada umumnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Sebenarnya, album yang dibawa oleh temanku itu telah menuliskan: ‘Dengan asisten </span><a class="zem_slink" title="Mitch Mitchell" rel="lastfm" href="http://www.last.fm/music/Mitch%2BMitchell"><span style="color:#000000;">Mitch Mitchell</span></a><span style="color:#000000;"> pada drum dan Noel Redding pada gitar. Lalu aku melihat  foto  Jimi Hendrix  dan aku berpikir bahwa ia adalah seorang pemain bas sekaligus penyanyi. Kamu tahu,  bagaimana mungkin seorang bisa dengan begitu menakjubkannya bermain gitar sambil bernyanyi? Sampai satu saat barulah kemudian aku tahu bahwa ia adalah pemain gitar, yang mana benar-benar membuatku terpana.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku masih ingat benar hari ketika Jimi meninggal. Aku masih duduk di kelas sebelas. Ketika itu sekolah baru saja dibubarkan, dan aku berjalan keluar dari pintu hingga seorang teman, Mike Taylor, menghampiriku sambil berlari. “Apakah kamu sudah mendengar berita? “katanya,”Jimi Hendrix meninggal!” Usia Mike lebih tua dariku. Dia  datang ke sekolah hanya untuk memeberitahuku.  Aku benar-benar hancur mendengarnya sebab pada intinya aku telah memasuki dunia musik dan Jimi bagiku semacam pembawa cahaya, sama halnya dengan The Beatles.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><br />
</span> </span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;">Steve Vai</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku tinggal  di sebuah rumah di mana orang tuaku suka mendengarkan musik-musik pertunjukkan, dan sebagai anak kecil aku suka mendengarkannya juga –kapanpun musik terdengar, aku menikmatinya. Sedangkan  kakak perempuanku adalah penggemar musik rock era 60 dan 70-an. Aku mulai menyelinap ke kamarnya dan mendengarkan musik-musiknya lewat headphones. Dia memiliki kaset berisi 8 track lagu dari konser Woodstock, dan  satu hari aku aku menyetelnya. Itulah untuk pertama kalinya aku mendengar Jimi Hendrix.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku 12 tahun waktu itu, merebahkan diri sambil memasang headhpones, mendengarkan Jimi bermain The Star Spangled Banner dan  Purple Haze, secara berulang-ulang. Aku belum tahu seperti apa dia, aku pun tidak tahu segala sesuatu tentangnya. Yang kutahu hanyalah apapun yang Jimi lakukan, bagaimana ia menciptakan suara-suara itu, itu sesuatu yang luar biasa. Aku sangat senang dan berpikir kapan pun ia datang ke kota untuk bermain, aku harus menyaksikannya. Aku belum tahu bahwa Jimi telah meninggal.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Akhirnya  satu hari aku mandapatkan kaset Are You Experience, yang mana merupakan semacam wahyu bagiku. Lagu-lagunya mudah diterima, indah  dan sangat keren.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada usia 12 tahun aku belum memiliki alat musik jadi aku tidak tahu betapa susah bermain seperti dia. Sampai aku benar-benar terbuka mata ketika mulai belajar gitar pada Joe Satriani.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sejujurnya  Joe lah  orang pertama yang mengatakan bahwa Jimi telah meninggal.  Aku benar-benar kecewa saat itu, karena aku tidak akan pernah  menyaksikannya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;">Joe Satriani.</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi.jpg"></a>Pada hari ketika Jimi Hendrix meninggal, aku masih mengingatnya dengan jelas seolah baru kemarin terjadi. Saat itu adalah hari yang sangat indah di sebuah pinggiran kota di Long Island. Usiaku 14 tahun waktu itu. Aku tengah berada di antara tim sepak bola SMA Carle Place dan aku sedang berdiri di luar gedung olah raga. Rombongan sudah siap untuk pergi ke tempat latihan. Segalanya terlihat baik-baik saja.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tiba-tiba salah seorang teman satu timku datang –dia baru saja pulang untuk makan siang jadi dia menyaksikannya dalam berita TV –dan berkata,”Hey Joe, kamu tahu orang yang sangat kau sukai, Jimi Hendrix? Aku dengar ia baru saja meninggal.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku cukup yakin bahwa akulah satu-satunya anak di sekolahku yang mengenal Jimi Hendrix. Lewat kakakku, aku mendapatkan semua musik-musik hebat sepanjang waktu dan aku benar-benar mencintai Hendrix. Jadi anak itu, teman satu timku, berpikir bahwa aku harus tahu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Satu menit ia berbicara denganku, seluruh hidupku serasa melesat di depan mataku. Anak itu tidak menduga dampaknya terhadapku. Itu semacam pukulan. Aku hancur berkeping-keping dalam kabut emosi. Aku kembali ke gedung olah raga dan berkata pada pelatihku, “Jimi Hendrix meninggal. Aku keluar dari tim untuk menjadi seorang gitaris.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku sudah mengantisipasi penolakan, -pelatihku adalah mantan perwira Angkatan laut dan orang yang cukup keras- tapi dia hanya menatapku. Mungkin aku kelihatan sinting dan putus asa, aku tidak tahu, dia hanya berkata,”Well, baiklah. Silahkan saja.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sore harinya aku mengatakannya pada orangtuaku. Kami adalah keluarga besar yang terdiri dari tujuh orang. Makan malam saat itu berjalan normal, sampai aku berkata yang pada dasarnya sama dengan yang aku katakan pada pelatihku:”Jimi Hendrix meninggal hari ini dan aku akan mencurahkan seluruh hidupku untuk bermain gitar elektrik.” Ada beberapa detik keheningan yang canggung. Sebagaimana kau duga, yang mana kemudian diikuti oleh banyak diskusi yang bersemangat.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Keluargaku menganggap aku sedang  mengatakan sejenis ucapan gila. Tapi waktu itu aku berpikir tiap orang tahu apa artinya: bahwa aku benar-benar telah memutuskan perjalanan hidupku, hingga kakak perempuan, Carol, yang telah mulai mengajar seni, berkata bahwa dia akan menyumbangkan gaji pertamanya untuk membelikanku gitar listrik jadi aku bisa memulai hidup baruku sebagai musisi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ini lucu: aku sudah memainkan drum lebih dulu tapi cukup jelas bahwa aku adalah drummer yang sangat buruk. Sama halnya dengan piano –kami memiiki piano di rumah dan aku memainkannya, tapi tidak kutemukan keajaiban di situ; aku tidak memiliki apapun yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pianis besar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tapi ketika aku mendengar Jimi Hendrix meninggal, ini adalah momen berarti bagiku. Sesuatu dalam tubuhku mengatakan bahwa aku harus mencoba memberi satu persembahan untuknya entah bagaimana caranya, dan satu-satunya jalan adalah menjadi seorang gitaris, gitaris besar dan untuk beberapa alasan aku tahu aku mampu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">…Aku sangat mencintai musik Jimi Hendrix dan aku tidak pernah menunjukkannya pada orang lain. Ketika remaja aku bermain di beberapa band, aku menolak memainkan lagu-lagunya. Aku tahu karena suaranya sangat aneh tapi musik yang dimainkan Jimi sangat istimewa bagiku, bahwa musiknya semacam kerja seni yang tak akan bisa disentuh atau diubah. Aku tidak ingin mencemari keajaiban musiknya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku memilih mengambil beberapa bagian musiknya dan menganalisanya selama bertahun-tahun, namun selalu saja ada sesuatu yang mengejutkan serta membingungkanku. Ketika aku menyaksikannya di Fillmore East, dia memainkan Machine Gun, aku melayang oleh musikalitasnya. Ini bukan tentang pakaian, gitar, mic yang ia gunakan untuk bernyanyi atau apapun tetapi kejeniusannya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kamu tahu, pada akhirnya, gitar hanyalah dawai dan kayu, tetapi ketika kau mampu menciptakan suara seperti yang Jimi Hendrix hasilkan hanya dari komponen-komponen sederhana, itulah prestasi luar biasa.</span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi.jpg"><img class="aligncenter" title="Jimi" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi.jpg?w=222&#038;h=167" alt="" width="222" height="167" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;">Janie Hendrix</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Jimi adalah ikon, tentu saja, tapi bagiku dia hanyalah Jimi, kakakku. Tapi bagaimanapun juga dia adalah kakak yang istimewa. Sebelum kau menyadari betapa luar biasa bakat yang ia miliki dan menjadi seorang artis, aku telah mengetahui selalu saja ada semacam keajaiban kecil tentangnya. Saya pikir itu hanya dalam cara ia bertindak terhadap saya dan betapa menyenangkan ketika aku di dekatnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/janieejimi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1796" title="janieejimi" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/janieejimi.jpg?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#000000;">Kapanpun dia pulang, dia bukan seorang Jimi Hendrix. Di manjadi dirinya sendiri apa adanya, dan dia menyukainya. Kami duduk-duduk dan bercerita. Bermain monopoli, seperti normalnya kakak beradik. Selalu ada banyak tawa seperti sebuah perayaan besar.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Satu hal yang sangat menarik pada waktu itu adalah ketika ayah mengajarinya bermain tenor saxophone. Sangat menyenangkan menyaksikan mereka berbicara tentang musik. Ayah telah mencoba belajar saksofon sebelumnya. Dia membeli saksofon sekaligus gitar untuk Jimi -gitar pertama yang ia miliki. Rencananya mereka akan belajar musik bersama-sama.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Menjadi saudara dari seorang bintang besar tidaklah selalu menyenangkan. Aku mendapat banyak gangguan. Di sekolah beberapa anak mendatangiku. Mereka tidak percaya bahwa Jimi Hendrix adalah kakakku.”O ya? Lalu kenapa kau tidak belajar di sekolah privat yang mewah?–Aku banyak mendapati hal-hal seperti itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ketika aku masuk di bangku kuliah, dampak dari musik Jimi benar-benar mengenaiku. Aku tahu suara musiknya aneh, tapi kau tahu, aku telah tumbuh menjadi lebih dewasa dan berpengalaman. Musiknya, liriknya, pesan-pesannya –itu semua benar-benar mempengaruhiku. Jimi selalu berusaha menunjukkan bahwa ada  persamaan hak untuk setiap orang, warna kulit dan gender.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dia memiliki kedalaman jiwa dan sangat bijaksana. Spiritualitas sangat penting baginya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku berada di tingkat empat ketika dia meninggal, dan aku masih ingat hari itu dengan jelas. Aku berada di kelas, tiba-tiba seorang anak berdiri dan keceplosan bicara,”Jimi Hendrix meninggal hari ini.” Semua orang tersentak, lalu dosen menatap ke arahku dan aku berkata,”Itu tidak benar.” Sebab kami telah mendapatkan semacam telepon gila di rumah sebulan sebelumnya dari seseorang yang mencoba mengabarkan bahwa Jimi telah meninggal, yang tentu saja itu tidak benar. Jadi aku berpikir apa yang dikatakan anak itu adalah hal yang sama. Juga, bagiku, Jimi adalah superhero: kematian tidak akan menangkapnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di siang harinya, seorang gadis mendatangiku dan berkata,”Aku benar-benar menyesal.” Aku bertanya padanya kenapa, dia menjawab, “Aku dengar bahwa kakakmu meninggal hari ini.” Pada saat itu, aku berpikir, OK, dua orang telah mengatakannya… Aku masih tidak percaya sesuatu benar-benar telah terjadi. Kami tidak memiliki telefon seululer atau sejenisnya, jadi aku berada di dalam kegelapan sore itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pulang sekolah, aku bertanya pada diriku sendiri,”Jika aku tidak melihat ada banyak mobil terparkir di jalan dekat rumahku, aku tahu bahwa berita itu hanyalah rumor.” Well, dan benar saja, jalanan dipenuhi dengan mobil.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku masuk ke dalam rumah dan berpikir, aku tidak percaya pada orang-orang idiot ini. Apa yang mereka lakukan di sini? Semua ini hanyalah rumor. Ayahku sedang terisak, lalu menatapku dan berkata,”Jimi meninggal, dan kehidupan kita tidak akan pernah lagi sama.” Aku tidak ingin mempercayainya, tapi meilihat ayah menangis aku tahu, bahwa ini benar-benar terjadi.</span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi-monterey-who-corbis-460-100-460-70.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1797" title="jimi-monterey-who-corbis-460-100-460-70" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi-monterey-who-corbis-460-100-460-70.jpg?w=640" alt=""   /></a></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><em>Nara sumber: </em></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.inilah.com/" target="_blank"><em>- Inilah.com</em></a></p>
<p style="text-align:left;"><em>- <a href="http://www.guitarworld.com/" target="_blank">Guitarworld</a></em></p>
<p style="text-align:left;"><em>- <a href="http://www.musicradar.com/" target="_blank"> Musicradar.com</a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/musik/dunia-musik/'>dunia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/musik/'>musik</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/albertking/'>AlbertKing</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/barack-obama/'>Barack Obama</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/jimi-hendrix/'>Jimi Hendrix</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/mitch-mitchell/'>Mitch Mitchell</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/stone-free/'>Stone Free</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1789/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1789&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/22/hendrix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jh.jpg?w=94" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jh.jpg?w=94" medium="image">
			<media:title type="html">Jimi Hendrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jimi Hendrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi_hendrix_wallpaper_by_omerphiaz.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jimi_Hendrix_wallpaper_by_OmerPhiaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jimi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/janieejimi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">janieejimi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/jimi-monterey-who-corbis-460-100-460-70.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jimi-monterey-who-corbis-460-100-460-70</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keadaan Jakarta Setelah Foke Cukur Kumis</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/16/keadaan-jakarta-setelah-foke-cukur-kumis/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/16/keadaan-jakarta-setelah-foke-cukur-kumis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 12:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Foke]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1777</guid>
		<description><![CDATA[Nara sumber Filed under: budaya, Indonesia Tagged: Foke, jakarta<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1777&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/16/keadaan-jakarta-setelah-foke-cukur-kumis/#gallery-1-slideshow">Click to view slideshow.</a>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5059503" target="_blank">Nara sumber</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/'>budaya</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/indonesia-budaya/'>Indonesia</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/foke/'>Foke</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/jakarta/'>jakarta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1777&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/16/keadaan-jakarta-setelah-foke-cukur-kumis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/15jakar1.gif?w=100" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/15jakar1.gif?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">Jakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kolonel Kolonel Pemberontak</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/09/kolonel-kolonel-pemberontak/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/09/kolonel-kolonel-pemberontak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 06:55:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[One Hundred Years of Solitude]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1750</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Ibas Yudhoyono mengomentari tentang perselisihan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia dengan mengatakan: "Dari segi finansial Indonesia belum mampu untuk berperang dan persenjataan yang dimiliki TNI kita juga tidak mendukung," maka bisa jadi itu benar. Tetapi untuk menggulingkan pemimpinnya sendiri, suatu institusi militer sangat mampu untuk melakukannya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1750&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/colonel_g4.png"><img class="alignleft size-full wp-image-1753" title="Colonel_G4" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/colonel_g4.png?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#000000;">Kegelisahan yang dialami petinggi TNI karena kasus ‘kelancangan&#8217; Kolonel AU Adjie Suradji saya kira menarik untuk diperhatikan. Pasalnya, ketika seorang TNI apalagi berpangkat kolonel berani mengungkapkan kritik kepada atasannya secara terang-terangan mengindikasikan mungkin saja tengah terjadi adanya kegelisahan yang sama dalam tubuh para prajurit pada umumnya. Cuma kebetulan yang berani melakukan itu hanya satu orang. Tetapi satu orang itu tidak bisa dianggap sepele, dia memiliki pangkat yang dalam catatan sejarah paling banyak memberi warna pada pemerintahan suatu Negara.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di Mesir kita mengenal Gamal Abdul Nasser dan Anwar Sadat yang ketika berjuang di bawah komite rahasia Dewan Revolusi mereka berpangkat Kolonel. Selain itu ada Kolonel Moammar Khadafi, pemimpin besar revolusi pendiri Republik Libya setelah menggulingkan pemerintahan monarki Raja Idris, seorang kolonel yang mengguncang dunia lewat pidato-pidatonya yang konon pernah membuat seorang penerjemahnya kelenger karena panjangnya pidato beliau.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Begitu berkharismanya seorang berpangkat kolonel hingga Gabriel Garcia Marquez menulis kisah mengagumkan,<em> <a class="zem_slink" title="One Hundred Years Solitu" rel="amazon" href="http://www.amazon.com/Hundred-Solitu-GABRIEL-GARCIA-MARQUEZ/dp/0224618539%3FSubscriptionId%3D0G81C5DAZ03ZR9WH9X82%26tag%3Dzemanta-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D0224618539">One Hundred Years of Solitude</a></em>, tentang seorang pemuda revolusioner bernama Aureliano Buendia yang mengangkat dirinya menjadi Kolonel ketika terjun dalam kancah perang.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ia memimpin 31 pemberontakan bersenjata dan semua kalah. Lolos dari 14 kali percobaan pembunuhan, 73 kali penyergapan dan satu kali regu tembak. Lolos dari satu dosis strychinine dalam kopinya yang sanggup membunuh satu ekor kuda, menolak penghargaan yang dihadiahkan Presiden Republik kepadanya, orang yang paling ditakuti pemerintah tetapi tidak membiarkan dirinya dipotret, menolak pensiun seumur hidup setelah perang usai dan sampai hari tuanya ia hidup dengan membuat ikan-ikan emas kecil di bengkelnya di Macondo.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya rasa terlalu panjang menceritakan ‘ulah&#8217; para kolonel dalam pemerintahan di tiap-tiap Negara di dunia. Di <a class="zem_slink" title="Indonesia" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.175,106.828333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=-6.175,106.828333333%20%28Indonesia%29&amp;t=h">Indonesia</a> sendiri kita mengenal deretan para ‘Kolonel Pembangkang&#8217; yang berhasil menggoreskan namanya pada catatan sejarah.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">* * *</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Sabtu malam 30 November 1957. Aku sedang berjalan keluar, meninggalkan malam dana Perguruan Cikini, tempat kedua anakku, Guntur dan Mega, bersekolah,&#8221; kenang Presiden Soekarno.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sekitar pukul 20.55, ketika sedang menuju ke mobilnya, tiba tiba terdengar ledakan yang semula dikira bunyi petasan, namun kemudian disusul adanya ledakan-ledakan lain. Anak-anak berteriak sambil lari ketakutan memasuki gedung sekolah. Tamu-tamu berguling ke bawah kendaraan atau tercebur ke selokan. Puluhan orang terkena ledakan, ratusan terbanting ke tanah. Sebuah serangan pengecut yang berusaha membunuh Soekarno, Presiden Republik Indonesia.Percobaan pembunuhan dengan melempar granat itu kemudian disebut Peristiwa Cikini. Aksi percobaan pembunuhan pertama kepada Bung Karno.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sekitar satu tahun sebelumnya, pada Desember 1956 dan permulaan tahun 1957 terjadi pergolakan di Sumatera Tengah, <a class="zem_slink" title="North Sumatra" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=2.0,99.0&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=2.0,99.0%20%28North%20Sumatra%29&amp;t=h">Sumatera Utara</a>, Sumatera Selatan dan Sulawesi untuk menentang pemerintah Pusat,.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pergolakan ini dimulai dengan pembentukan &#8220;Dewan Banteng&#8221; di <a class="zem_slink" title="West Sumatra" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-1.0,100.5&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=-1.0,100.5%20%28West%20Sumatra%29&amp;t=h">Sumatera Barat</a> tanggal 20 Desember 1956 dipimpin Letnan Kolonel Achmad Hussein. Pada 22 Desember 1956 berikutnya di <a class="zem_slink" title="Medan" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=3.58333333333,98.6666666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=3.58333333333,98.6666666667%20%28Medan%29&amp;t=h">Medan</a>, Sumatera Utara dengan terbentuknya &#8220;Dewan Gajah&#8221;, dipimpin Kolonel Maludin Simbolon, yang menyatakan bahwa Sumatera Utara melepaskan diri untuk sementara dari hubungan dengan pemerintah pusat. Pada tanggal 2 Maret 1957 di <a class="zem_slink" title="Manado" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=1.49305555556,124.841388889&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=1.49305555556,124.841388889%20%28Manado%29&amp;t=h">Manado</a> diumumkan &#8220;Piagam Perjuangan Semester (PERMESTA)&#8221; oleh tokoh-tokoh seperti Letnan Kolonel Vantje Sumual, Mayor Gerungan, Mayor Runturambi, Letnan Kolonel D.J. Samba, dan Letnan Kolonel Saleh Lahade.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Merekalah, ‘para pembangkang itu&#8217;, terutama Kolonel Zulkifli Lubis kemudian pada hari Senin, 2 Desember 1957 siang oleh Mayor Dachyar -Komandan Komando Militer Kota Besar Djakarta Raja (KMKBDR) dituduh sebagai dalang pada Peristiwa Cikini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Situasi semakin memburuk Akibat Peristiwa Cikini tersebut. Dituduh terlibat, pada awal Januari 1958, mereka berkumpul di Sungai Dareh, Sumatera Barat, menuntut pembentukan kabinet yang berwibawa untuk menyelesaikan kemelut hubungan antara pusat dan daerah. Ketika tuntutan itu dibiarkan, keluar ultimatum 10 Februari 1958, yang isinya menyatakan untuk segera membentuk Kabinet Hatta-Sultan Yogya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ultimatum ditolak, maka lima hari kemudian, Letkol Achmad Husein memproklamasikan <a class="zem_slink" title="Revolutionary Government of the Republic of Indonesia" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Revolutionary_Government_of_the_Republic_of_Indonesia">Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia</a> (PRRI) yang berkedudukan di <a class="zem_slink" title="Bukittinggi" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-0.305555555556,100.369166667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-0.305555555556,100.369166667%20%28Bukittinggi%29&amp;t=h">Bukittinggi</a> dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai pejabat presiden. Pada hari berikutnya bergabunglah Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) ke dalam PRRI sehingga gerakan bersama itu disebut PRRI/Permesta.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3 tahun lebih konfrontasi bersenjata tersebut berlangsung hingga pada 29 Mei 1961 Achmad Husein bersama pasukannya melaporkan diri secara resmi kepada Brigadir Jeneral GPH Djatikusumo, Deputi Wilayah Sumatera Barat. Dan pada 4 April 1961 penandatanganan naskah penyelesaian Permesta dilangsungkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sekitar 4 tahun kemudian,tepatnya 1965, pecah gerakan besar lainnya yang dari situ kemudian muncul satu nama, yaitu Letkol Untung Syamsuri. Ia tampil di atas pentas sebagai tokoh utama sekaligus pusat peristiwa pada drama 30 September atau yang dikenal dengan Gerakan 30 S/PKI.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namanya bertengger dalam jajaran tokoh kontroversial negeri ini. Berkat ‘pendidikan sejarah&#8217; lewat layar televisi yang diciptakan Orde Baru, oleh masyarakat sosoknya dikonotasi dengan kekejaman dan penculikan, seragam Cakrabirawa dan rapat-rapat penting.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">6 jenderal beserta 3 perwira lainnya terbunuh pada peristiwa tanggal 1 Oktober 1965 dini hari tersebut, dan Letkol Untung dituduh mendalanginya. Beberapa bulan kemudian ia ditangkap di daerah Brebes Jawa Tengah. Tidak lama setelah itu ia dihukum mati.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan pada Senin 6 September 2010, seorang kolonel penerbang, Adjie Suradji menulis di kolom opini Harian Nasional Kompas yang mengkritik pemimpinnya sendiri, Presiden <a class="zem_slink" title="Susilo Bambang Yudhoyono" rel="homepage" href="http://www.presidensby.info/">Susilo Bambang Yudhoyono</a>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kritikan yang diungkapkan oleh seorang perwira TNI tidak bisa disamakan begitu saja dengan kritikan dari warga sipil biasa. Setidaknya jangan sampai di mata masyarakat timbul kesan bahwa di dalam tubuh TNI tengah terjadi suatu persoalan. Dan dampak paling serius dari keberanian berceloteh Kolonel Suradji tersebut adalah timbulnya keberanian dari para perwira lain untuk melakukan hal serupa. Bukankah munculnya tiap gerakan hanya persoalan waktu; menunggu siapa yang berani maju lebih dulu ke depan dan itu berarti ia siap menjadi korban.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ketika Ibas Yudhoyono mengomentari tentang perselisihan yang terjadi antara Indonesia dan <a class="zem_slink" title="Malaysia" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=3.13333333333,101.7&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=3.13333333333,101.7%20%28Malaysia%29&amp;t=h">Malaysia</a> dengan mengatakan: &#8220;Dari segi finansial Indonesia belum mampu untuk berperang dan persenjataan yang dimiliki TNI kita juga tidak mendukung,&#8221; maka bisa jadi itu benar. Tetapi untuk menggulingkan pemimpinnya sendiri, suatu institusi militer sangat mampu untuk melakukannya.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/politik/indonesia-politik/'>Indonesia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/politik/'>politik</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/one-hundred-years-of-solitude/'>One Hundred Years of Solitude</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1750/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1750&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/09/kolonel-kolonel-pemberontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/colonel_g4.png?w=100" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/colonel_g4.png?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">Colonel_G4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/colonel_g4.png" medium="image">
			<media:title type="html">Colonel_G4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Yang Diberkati</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/05/keluarga-yang-diberkati/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/05/keluarga-yang-diberkati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 12:57:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[All Saints]]></category>
		<category><![CDATA[Christmas]]></category>
		<category><![CDATA[Eid ul-Fitr]]></category>
		<category><![CDATA[Mid-Autumn Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Ali Jinnah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim holidays]]></category>
		<category><![CDATA[New Year's Eve]]></category>
		<category><![CDATA[Philippines]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1743</guid>
		<description><![CDATA[Pada perayaan ulang tahun cucunya yang ke dua, kehadirannya disambut dengan teriakan:&#8221;Horee, kakekku datang. Bagaimana rasanya dipenjara, Kek?&#8221; teriak si cucu. &#8220;Alhamdulillah. Orang yang diberkahi Tuhan akan mampu membuat kenyamanan di manapun ia berada.&#8221; ucapnya dengan senyum lebar. &#8220;Saya persembahkan lilin ini untuk kakekku yang residivis.&#8221; Dan lilin pun padam ditiup si gadis kecil itu.&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/05/keluarga-yang-diberkati/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1743&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/salaman_1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1744" title="salaman_1" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/salaman_1.jpg?w=640&#038;h=310" alt="" width="640" height="310" /></a><span style="color:#000000;">Pada perayaan ulang tahun cucunya yang ke dua, kehadirannya disambut dengan teriakan:&#8221;Horee, kakekku datang. Bagaimana rasanya dipenjara, Kek?&#8221; teriak si cucu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Alhamdulillah. Orang yang diberkahi Tuhan akan mampu membuat kenyamanan di manapun ia berada.&#8221; ucapnya dengan senyum lebar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Saya persembahkan lilin ini untuk kakekku yang residivis.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan lilin pun padam ditiup si gadis kecil itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dua minggu kemudian pada hari raya idul fitri, teriakan itu kembali menyambutnya.&#8221;Horee, kakekku datang.&#8221; Kali ini disertai tepuk tangan dari putrinya, menantunya yang seorang kapten tentara dan besan laki-laki yang seorang presiden.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Mari kita rayakan hari kemenangan ini.&#8221; serunya.</span></p>
<blockquote style="border:none;margin:0 0 0 40px;padding:0;">
<p style="text-align:center;"><em><strong><span style="color:#000000;"> Selamat <a class="zem_slink" title="Eid ul-Fitr" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eid_ul-Fitr">Hari Raya Idul Fitri</a>. Mohon maaf lahir batin</span><br />
</strong></em></p>
</blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/agama/'>agama</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/politik/'>politik</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/all-saints/'>All Saints</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/christmas/'>Christmas</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/eid-ul-fitr/'>Eid ul-Fitr</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/mid-autumn-festival/'>Mid-Autumn Festival</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/muhammad-ali-jinnah/'>Muhammad Ali Jinnah</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/muslim-holidays/'>Muslim holidays</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/new-years-eve/'>New Year's Eve</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/philippines/'>Philippines</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1743/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1743&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/09/05/keluarga-yang-diberkati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/salaman_1.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/salaman_1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">salaman_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/09/salaman_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">salaman_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daging</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/08/19/daging/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/08/19/daging/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 19:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1732</guid>
		<description><![CDATA[Puasa: perut yang harus dibiarkan lapar, tenggorokan yang menahan haus selama 12 jam, alat kelamin yang tak tersentuh syahwat. Demikianlah yang jasmani dikendalikan: daging harus dituntun oleh roh. Kalau tidak: dosa. Maka dari waktu ke waktu, seraya menolak yang jasmani, kita dianjurkan hanya menerima yang ”rohani”. Sejak pukul 4 dini hari, masjid dan surau penuh&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/08/19/daging/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1732&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><span style="color:#000000;">Puasa: perut yang harus dibiarkan  lapar, tenggorokan yang menahan haus selama 12 jam, alat kelamin yang  tak tersentuh syahwat. Demikianlah yang jasmani dikendalikan: daging  harus dituntun oleh roh. Kalau tidak: dosa.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka dari waktu ke waktu, seraya menolak yang jasmani, kita  dianjurkan hanya menerima yang ”rohani”. Sejak pukul 4 dini hari, masjid  dan surau penuh suara orang menyebut Tuhan, menganjurkan ibadat,  meneguhkan iman, menjalankan syariat…. Kita dilengkapi dengan banyak  penangkal: kita harus bisa menolak gado-gado, soto, video porno.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tapi bisakah daging diasingkan? Bisakah tubuh dilihat terpisah?  Tampaknya ada yang luput dilihat di sini. Justru pada bulan <a class="zem_slink" title="Ramadan" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ramadan">Ramadan</a>,  yang jasmani diam-diam menyiapkan resistansi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mari datang ke pusat-pusat perbelanjaan mewah dan angkringan  sederhana di kaki lima. Kita akan melihat semarak pelbagai penganan  lezat yang tak lazim sehari-hari. Ramadan telah jadi sebuah paradoks:  ketika orang diharuskan menahan nafsu, kreativitas menyiapkan hidangan  justru meningkat; omzet perdagangan makanan naik sampai 60 persen. Orang  ramai berbelanja untuk membuat meriah meja berbuka puasa dan sahur  mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ramadan agaknya telah jadi sebuah periode ketika orang berusaha  memperoleh kompensasi istimewa. Tampaknya kuat anggapan bahwa  pengekangan atas tubuh kita selama 30 hari itu adalah sebuah deprivasi,  sebuah perenggutan dari hidup yang normal, dan kita, yang merasa harus  menanggungkan itu, menginginkan imbalan yang memuaskan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di atas semua itu, setidaknya di <a class="zem_slink" title="Indonesia" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.175,106.828333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=-6.175,106.828333333%20%28Indonesia%29&amp;t=h">Indonesia</a>, orang-orang yang  menganggap puasa sebagai deprivasi yang berat akan bersikap seakan-akan  anak manja atau si korban yang dendam: mereka minta diperlakukan dengan  kelas tersendiri. ”Hormatilah orang yang berpuasa!” seru pengumuman di  mana-mana. Maksudnya: ”jangan menggoda atau merayu orang yang berpuasa  untuk batal”.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Barangkali berpuasa telah berubah: menahan haus dan lapar tidak  lagi ditandai tekad melawan godaan, tapi sikap ketakutan akan godaan.  Pada bulan ini orang-orang yang mengatakan bahwa niat mereka berpuasa  adalah untuk Allah (dengan kata lain: ikhlas) ternyata juga orang-orang  yang merasa berhak mengklaim proteksi dari kekuatan di luar diri mereka:  Negara.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka rumah-rumah hiburan malam pun diharuskan tutup sepanjang  bulan. Bahkan panti pijat yang biasanya dipergunakan keluarga (termasuk  anak-anak) tak boleh buka. Tak urung, para juru pijat, umumnya ibu-ibu  yang bekerja untuk menambah nafkah keluarga, berkurang pendapatan. Di  Bekasi, para pemilik dan buruh industri <em>entertainment</em> kecil atau  menengah mengeluh (ya, mereka akhirnya berani mengeluh) bahwa setiap  tahun nafkah mereka putus selama 30 hari. Padahal mereka juga harus ikut  mengumpulkan pendapatan lebih untuk bersenang-senang pada hari Lebaran.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan kata lain, puasa telah jadi semacam privilese. Orang-orang  yang berpuasa bukan saja harus dihormati secara istimewa, tapi juga  orang lain harus bersedia berkorban untuk mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Persoalannya akan berbeda jika kita menganggap berpuasa dengan  sikap lain: puasa bukan sebagai deprivasi, melainkan sebagai ikhtiar  kita untuk mengurangi apa yang dirasakan berlebih dan berlebihan dalam  diri. Dengan kata lain, inilah puasa sebagai pilihan laku yang menangkis  keserakahan. Bahkan inilah puasa sebagai reduksi agresivitas menghadapi  dunia—agresivitas yang meringkus dunia jadi milik dan bagian dari  sasaran konsumsi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam puasa reduktif itu, kita sebenarnya melanjutkan pesan Nabi  untuk berhenti makan sebelum kita kenyang dan juga pesan Gandhi untuk  menyadari betapa dunia terbatas: bumi cukup untuk kebutuhan tiap orang,  namun tak akan cukup untuk ketamakan tiap orang.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Puasa yang macam itu tentu saja tak akan diakhiri dengan  kemenangan yang dirayakan dengan <a class="zem_slink" title="Eid ul-Fitr" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eid_ul-Fitr">Idul Fitri</a> yang pongah. Puasa yang  menampik keserakahan dan agresivitas tak akan meneriakkan kemenangan,  terutama kemenangan diriku sebagai subyek yang perkasa yang telah  mengalahkan tubuh sendiri. Bahkan dalam puasa yang seperti itu, ”aku”,  seperti dikatakan <a class="zem_slink" title="Chairil Anwar" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar">Chairil Anwar</a> di pintu Tuhan, ”hilang bentuk, remuk”.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tak berarti ”hilang bentuk, remuk” itu menunjukkan wajah manusia yang tertindas dan jadi asing bagi dirinya sendiri.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Marx memang pernah menganggap, dalam agama (sebagai bentuk  alienasi), wujud manusia hilang: ”semakin banyak yang dicurahkan manusia  ke Tuhan, semakin sedikit yang ia sisakan bagi dirinya sendiri….”. Tapi  di situ Marx salah. Pada abad ini yang kita saksikan justru sebaliknya:  semakin banyak yang dicurahkan manusia ke Tuhan, semakin menggelembung  ia jadi subyek yang penuh dan perkasa. Dan agresif.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mungkin itu sebabnya mereka yang berpuasa juga tampak seperti  orang yang ingin berkuasa. Kecuali jika puasa membuat kita sadar bahwa  kita tak pernah bisa tegak utuh sendiri. Kita, roh yang juga daging,  terbentuk oleh zat-zat yang sama dengan zat-zat dunia—meskipun kesatuan  antara roh dan daging itu menyebabkan manusia tak seluruhnya bisa  dirumuskan. Kita ada di bumi, di bawah langit, di antara makhluk lain  yang fana, di hadapan Tuhan—sebuah variasi dari <em>das Geviert Heidegger</em>.  Dalam posisi itu, aku bisa merasakan bumi, langit, sesama makhluk dan  rahmat Tuhan mengasuhku. Dalam posisi itu, aku bisa menghilangkan  ketamakan dan agresivitasku.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di situ, puasa tak akan disertai hasrat mendapatkan kompensasi  yang memuaskan buat tubuh yang merasa tertindas dan terasing oleh  Ramadan. Di situ, puasa tak dimulai dengan merasa telah direnggutkan,  hanya karena mulut tak boleh menelan, lidah tak boleh mencicip. Di situ,  puasa adalah pertemuan kembali dengan tubuh yang sebenarnya lumrah dan  patut disyukuri. Bukan tubuh yang dikurung untuk diwaspadai.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong><em><a class="zem_slink" title="Goenawan Mohamad" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Goenawan_Mohamad">Goenawan Mohamad</a></em></strong></span></p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/'>budaya</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/dunia-budaya/'>Dunia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/ramadan/'>Ramadan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1732&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/08/19/daging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permintaan, Himbauan dan Nasihat</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/08/15/permintaan-himbauan-dan-nasihat/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/08/15/permintaan-himbauan-dan-nasihat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 16:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1723</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku sudah mengingatkan kalian untuk tidak berperang, tidak berbuat kekerasan, tidak menindas, tidak melecehkan. Aku juga sudah meminta kalian untuk saling menghormati, mengasihi, menyayangi, tolong menolong dsb. Kalau kalian masih saja melakukan hal-hal yang menyimpang, itu bukan salahku. Aku sudah mengingatkan. Aku akan selalu suci walaupun kalian terus berbuat kekotoran, bahkan dengan mengatasnamakan Aku. Kalianlah&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/08/15/permintaan-himbauan-dan-nasihat/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1723&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/08/gambar-lucu-nasihat-sby.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1724" title="gambar-lucu-nasihat-sby" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/08/gambar-lucu-nasihat-sby.jpg?w=640" alt=""   /></a>&#8220;Aku sudah mengingatkan kalian untuk tidak berperang, tidak berbuat kekerasan, tidak menindas, tidak melecehkan. Aku juga sudah meminta kalian untuk saling menghormati, mengasihi, menyayangi, tolong menolong dsb. Kalau kalian masih saja melakukan hal-hal yang menyimpang, itu bukan salahku. Aku sudah mengingatkan. Aku akan selalu suci walaupun kalian terus berbuat kekotoran, bahkan dengan mengatasnamakan Aku. Kalianlah yang kotor, bukan Aku. Kalianlah yang salah menafsirkan, bukan Aku.&#8221;</p>
<p>Begitulah kira-kira yang dikatakan Tuhan menanggapi kekerasan-kekerasan dunia yang tak kunjung usai.</p>
<p>Syahdan di satu negeri yang sangat jauh, terjadi satu keanehan. Rakyat penghuni wilayah tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi gila seluruhnya. Epidemi syaraf tersebut tak tanggung-tanggung, menjalar hingga ke dalam istana. Untunglah raja masih bisa selamat. Akhirnya hanya sang raja sendirian yang masih memiliki otak waras. Namun kewarasannya itu justru membuatnya kalang kabut. Semua perkataan dan perintahnya tidak dihiraukan, bahkan ditertawakan saat itu juga, oleh rakyat dan pejabat negara.</p>
<p>Keadaan kemudian berbalik, rajalah yang justru dianggap gila oleh para pengikutnya.</p>
<p>Setelah frustrasi dengan keadaan yang tidak masuk di akal itu, sang raja bertekad untuk mengusut sendiri apa sebenarnya yang sedang terjadi di negerinya. Maka pagi-pagi sekali ia keluar dari istana, menyamar sebagai rakyat jelata, melebur dalam kehidupan masyarakat untuk memantau apa penyebab kegilaan rakyatnya.</p>
<p>Singkat kata singkat cerita ternyata penyakit syaraf itu timbul dari air yang mereka minum. Merasa penasaran, akhirnya raja tersebut meminumnya pula. Dan tidak lama kemudian sang raja itu pun berubah menjadi gila. Sejak saat itu, pandangan rakyat terhadap sang raja berubah total. Semua ucapan dan perintah sang raja kembali diakui seperti sedia kala. Raja tidak lagi dianggap gila, begitu pun rakyat tidak dianggap gila oleh sang raja. Dan keadaan pulih seperti sedia kala.</p>
<p>Itu adalah cerita klasik yang saya lupa dari mana pernah saya membacanya. Tentang fiksi atau tidaknya, jangan Tanya saya karena tentu saya tidak tahu, dan memang bukan itu yang akan saya bicarakan.</p>
<p>Saya hanya berpikir, mungkinkah negeri kita tercinta ini sedang mengalami hal yang sama dalam cerita tersebut. Cobalah tengok, berapa ribu kali presiden kita meminta, menghimbau dan menasihati baik-baik tapi kenyataannya seolah tidak ada yang mempedulikan. Permintaan-permintaannya dianggap angin lalu.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu Presiden SBY meminta kepada para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk tetap fokus bekerja meski menjalankan ibadah puasa. Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan di bulan Ramadan, katanya. Bukankah itu permintaan yang sangat baik?</p>
<p>Selain itu beliau juga pernah meminta agar Polri menindak tegas anggotanya yang melanggar hukum. <em>Tentang </em>otonomi daerah, Presiden juga meminta gubernur untuk tidak melakukan penyimpangan. Dan masih sangat banyak lagi permintaan-permintaan beliau yang intinya mengajak pada semua, pejabat Negara khususnya dan warga Negara Indonesia pada umumnya untuk berlaku lurus.</p>
<p>Pun begitu juga dengan himbauan serta nasihatnya. Baru-baru ini Presiden SBY memberikan nasihat pada Paskibraka. &#8220;Jauhi sifat dan cara pandang yang justru menghalangi perjalanan kalian ke depan.&#8221; ujarnya saat memberikan sambutan dalam pengukuhan Paskibraka di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Minggu (15/8/2010) petang.</p>
<p>&#8220;Pertama, jangan miliki sifat dan sikap yang skeptis dan pesimis, jangan suka berpikiran negatif dan sinis, jangan pernah mengembangkan sifat burung sangka. Itu meracuni pikiran dan hati.&#8221;</p>
<p>&#8221; jangan terlalu mudah dan murah menyalahkan pihak lain.&#8221; Beliau menyarankan agar terlebih dahulu introspeksi dan mawas diri.</p>
<p>&#8220;Dan jangan menjadi manusia yang tak beriman, percaya pada takhayul dan sifatnya hal-hal yang tidak rasional,&#8221;</p>
<p>Selain berpesan 5 sifat negatif yang sebaiknya dihindari, beliau juga berpesan 5 sifat positif yang harus dimiliki para generasi muda.</p>
<p>Pertama, sungguh-sungguh menjadi putra bangsa yang beriman dan berkarakter. Kedua, asah ilmu selalu untuk benar-benar menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan rasional. Ketiga, menghadapi zaman globalisasi dan transformasi, para pemuda diharapkan mengembangkan sifat inovatif dan kreatifnya, serta mengembangkan budaya unggul. Tidak sekedar melakukan sesuatu, tapi melakukan yang terbaik. Keempat, tidak ada sesuatu yang mudah diraih. Hampir pasti akan menghadapi masalah, tantangan dan uji coba. Oleh karena itu harus memiliki mental dan semangat harus bisa. Seberapa pun persoalan yang dihadapi, pasti ada solusi. Kelima, menjadi patriot yang bertanggung jawab, cinta Tanah Air. *</p>
<p>Lihatlah bagaimana mulianya beliau, baik dalam permintaan dan nasihat. Tapi kenapa permintaan-permintaan tersebut tak juga kunjung nyata? Sekali lagi saya bertanya pada diri sendiri (saja, bukan pada kalian), apakah negeri ini tengah dilanda wabah seperti yang terjadi pada cerita klasik di atas? Kalau ya, siapa yang gila sebenarnya, pemimpin atau yang dipimpin?</p>
<p>Tapi tidak. Itu hanya prasangka saya saja. Lagipula cerita itu belum bisa dibuktikan kebenarannya. Dalam arti bisa saja hanya takhayul.</p>
<p>Bagaimanapun juga saya terus berusaha yakin bahwa Pak Presiden selalu bersih, meskipun berdiri di atas kekotoran, dosa-dosa, dan kemunafikan para pejabat.</p>
<p>Sebelum saya tutup tulisan ini, saya minta maaf kepada Pak Presiden, karena tidak menghiraukan himbauannya untuk selalu berusaha tidak miliki sifat dan sikap yang skeptis dan pesimis, untuk tidak berpikiran negatif dan sinis, untuk tidak mengembangkan sifat burung sangka. Untuk tidak terlalu mudah dan murah menyalahkan pihak lain. Untuk tidak percaya pada takhayul dan hal-hal yang tidak rasional.</p>
<p>*<a href="http://www.detiknews.com/read/2010/08/15/191449/1420843/10/sby-nasihati-paskibraka-untuk-hindari-5-sifat-negatif?881103605" target="_blank">Detik.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/politik/indonesia-politik/'>Indonesia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/politik/'>politik</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/sby/'>sby</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1723/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1723&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/08/15/permintaan-himbauan-dan-nasihat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/08/gambar-lucu-nasihat-sby.jpg?w=102" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/08/gambar-lucu-nasihat-sby.jpg?w=102" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-lucu-nasihat-sby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/08/gambar-lucu-nasihat-sby.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-lucu-nasihat-sby</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Oktober 1917</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/29/revolusi-oktober-1917/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/29/revolusi-oktober-1917/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 14:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bolshevik]]></category>
		<category><![CDATA[rusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1711</guid>
		<description><![CDATA[Revolusi Oktober merupakan kejayaan terbesar yang diraih oleh kelas pekerja sehingga kini. Walaupun peristiwa-peristiwa tahun 1917 telah lama menjadi sebahagian daripada sejarah, namun kita dapat mencari pelajaran mendalam dari revolusi tersebut. Laungan Bolshevik: ‘Tanah, roti, kedamaian’ telah mencerminkan aspirasi rakyat pekerja Rusia dan fakta bahawa perdebatan kaum Bolshevik semakin mengambil hati rakyat. Namun Pemerintahan Peralihan&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/29/revolusi-oktober-1917/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1711&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/1917.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1712" title="1917" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/1917.jpg?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#000000;">Revolusi Oktober merupakan kejayaan terbesar yang diraih oleh kelas pekerja sehingga kini. Walaupun peristiwa-peristiwa tahun 1917 telah lama menjadi sebahagian daripada sejarah, namun kita dapat mencari pelajaran mendalam dari revolusi tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Laungan Bolshevik: ‘Tanah, roti, kedamaian’ telah mencerminkan aspirasi rakyat pekerja Rusia dan fakta bahawa perdebatan kaum Bolshevik semakin mengambil hati rakyat. Namun Pemerintahan Peralihan tidak setuju dengan tuntutan tersebut dan tidak ingin berjuang menentang tuan-tuan tanah dan pemilik modal; malah, pemerintahan itu melihat gerakan pekerja sebagai musuh utuma. Oleh kerana serangan pihak majikan dan serangan ketenteraan baru di medan pertempuran, kaum pekerja dan perajurit telah mengadakan demonstrasi pada bulan Julai. Ramai di kalangan mereka sudah ingin menumbangkan Pemerintahan Peralihan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Parti Bolshevik berpendapat bahawa, walaupun rakyat jelata sudah bersedia untuk revolusi di ibu negara, namun di bandar-bandar lain keadaannya tidaklah sebegitu, sehingga sebuah pemberontakan yang mungkin berjaya di ibu negara kemudiannya akan terpulau dan dihancurkan. Tetapi sebagai partai revolusioner, mereka tidak dapat menjauhkan diri daripada perjuangan rakyat jelata. Maka, mereka juga melibatkan diri dalam demonstrasi-demonstrasi sambil mencadangkan kesabaran. Oleh kerana sikap bersabar itu, kumpulan Bolshevik telah kehilangan sokongan di kalangan pelbagai sektor militan. Namun, mereka berjaya menjaga disiplin gerakan secara kesuluruhan dan menghindari sesuatu pemberontakan yang belum tiba masanya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada minggu-minggu berikutnya, Pemerintahan Peralihan telah mengusahakan operasi penindasan yang ganas. Para pimpinan Bolshevik ditahan dan difitnah sebagai perisik-perisik Jerman. Akhbar-akhbar Bolshevik diharamkan, dan para aktivis terpalsa bergerak di bawah tanah. Lenin sendiri terpaksa bersembunyi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Buat sementara waktu, gerakan pekerja telah mengalami perasaan putus asa dan kemunduran. Di tempat-tempat bekerja, pihak majikan telah berusaha untuk merampas kembali kawalan ke atas proses pengeluaran. Namun, kelas pekerja masih menguasai soviet-soviet mereka, sehingga serangan-serangan pihak majikan akhirnya dipatahkan. Dalam pada itu, kaum petani, yang tidak sabar  menunggu pembahagian tanah oleh Pemerintahan Peralihan, akhirnya mengambil-alih tanah secara kolektif.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Serangan di medan pertempuran telah gagal, dan pihak tentera telah mula melerai, kerana para perajurit telah melarikan diri dan pulang ke desa. Melihat ini, sebahagian daripada pihak berkuasa dan Jeneral Kornilov telah memutuskan untuk merampas kuasa daripada pemimpin Pemerintahan Peralihan, iaitu Kerensky. Namun, ia menjadi jelas bahawa sasaran mereka bukan hanya Kerensky, tetapi juga gerakan revolusioner dan soviet-soviet. Oleh kerana itu, Parti Bolshevik telah membentukkan sebuah barisan perpaduan dengan kuasa-kuasa yang masih setia kapada Pemerintahan Peralihan. Tetapi sambil memimpin mobilisasi pekerja dan askar untuk mengalahkan Kornilov, mereka juga telah memulakan sebuah ‘peperangan’ politik menentang Kerensky.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mereka menuntut agar kaum pekerja diberikan senjata untuk menentang kontra-revolusi, dan untuk memperjuangkan tanah, roti serta kedamaian. Hanya dengan cara itu semangat rakyat jelata dapat dibarakan untuk mengalahkan musuh.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam masa beberapa hari, percubaan rampasan kuasa Kornilov telah gagal. Kekalahan di medan pertempuran juga disertai dengan kemenangan politik, kerana kaum Bolshevik semakin mendapat sokongan kelas pekerja, dan kelas pekerja itu pula semakin memahami keperluannya revolusi sosialis.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bermula pada saat itu,  keadaan politik telah diubahkan. Suasana di kalangan kelas pekerja menjadi semakin radikal dan ini dicerminkan dalam kandungan soviet-soviet. Para wakil di soviet itu dapat diganti pada bila-bila masa, sehingga menjelang akhir bulan Ogos, Parti Bolshevik telah meraih majoriti dalam soviet Petrograd, dan tidak lama kemudian juga telah menguasai soviet di Moskow. Trotsky telah menjadi presiden soviet di ibu negara seperti pada tahun 1905. Pada masa itu, Parti Bolshevik sudah menjadi pertubuhan utama di kalangan kelas pekerja, dan mendapat sokongan kuat daripada para perajurit dan petani. Jumlah ahli mereka telah meningkat dari beberapa ribu pada bulan Mac menjadi 250,000 ahli. Secara objektif, sebuah revolusi sudah menjadi kemungkinan. Namun, kesedaran rakyat bukanlah bersifat sama rata. Di kalangan sektor-sektor pekerja yang paling maju, jumlah aksi permogokan telah mula merosot, sambil beberapa sektor yang lain baru memulakan aksi permogokan seperti itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Fenomena ini sangatlah penting. Kaum pekerja yang paling maju telah menarik kesimpulan bahawa permogokan biasa tidak lagi mencukupi, bahawa tuntutan-tuntutan pekerja – bairpun tuntutan ekonomi mahupun tuntutan politik – tidak dapat dicapai dalam susunan sosial yang sedia ada. Dalam pada itu, kaum pekerja yang berkesedaran rendag juga sudah terlibat dalam konflik dengan pihak majikan; mereka kemudiannya menarik kesimpulan yang serupa.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Seperti yang ditulis oleh Trotsky:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Suasana revolusioner di kalangan rakyat jelata menjadi lebih kritikal, lebih mendalam, lebih resah. Rakyat jelata – terutamanya mereka yang pernah melakukan kesilapan dan mengalami kekalahan – mencari kepimpinan yang dapat diharapkan. Mereka ingin menjadi yakin bahawa kita mampu dan berkeinginan untuk memimpin, dan bahawa dalam pertempuran yang menentukan, mereka dapat mengharapkan kemenangan… Kaum proletariat mengatakan: tidak terdapat apa-apa lagi yang dapat diharapkan daripada permogokan, demonstrasi dan aksi pemberontakan semata-mata. Kini, kita mesti bertempur.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Setelah kegagalan rampasan kuasa Kornilov, Lenin semakin mendesak agar kaum Bolshevik mengamalkan taktik yang lebih agresif.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam pandangan Lenin, dalam keadaan yang semakin tidak stabil, kelas pekerja harus merampas kekuasaan, jika tidak, mereka akan dihancurkan oleh kelas pemerintah. Kehancuran kaum pekerja semasa kekalahan Komun Paris, dan penindasan tajam setelah kegagalan revolusi tahun 1905, menjadi peringatan bagi dia. Pada masa krisis politik, sosial dan ekonomi yang tajam, peralihan secara damai menuju demokrasi borjuasi tidak mungkin berlaku. Seperti yang Trotsky menulis: andaikata kaum pekerja tidak merampas kuasa pada tahun 1917, perkataan ‘fasisme’ akan berasal dari Bahasa Rusia dan bukannya Bahasa Itali.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam risalah yang berjudul Marxsisme dan Pemberontakan, yang disebarkan dengan luas, Lenin memaparkan prasyarat-prasyarat bagi pemberontakan revolusioner. Mereka harus “meyakinkan majoriti rakyat,” dan hal ini harus “terbukti dengan fakta-fakta objektif” seperti tercapainya sebuah majoriti dalam soviet-soviet, sokongan kuat bagi rancangan perjuangan Bolshevik, sokongan di kalangan askar dan kaum petani, dan kelesapan keyakinan pemerintahan yang sedia ada untuk menamatkan peperangan dan memulihkan ekonomi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada pendapat Lenin, kesemua prasyarat ini sudah dipenuhi. Tetapi bagaimanakah caranya untuk menyelenggarakan pemberontakan tersebut?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Soviet-soviet telah mendirikan sebuah Majlis Ketenteraan Revolusioner untuk membela revolusi dan menentang Kornilov. Trotsky meyakinkan Lenin bahawa Majlis inilah (dan bukan organ-organ Parti Bolshevik) yang harus menjadi pengaju pemberontakan, kerana soviet-soviet mewakili seluruh kelas pekerja.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada masa itu, Lenin dan Trotsky masih juga terpaksa menghadapi tentangan dalam Parti Bolshevik itu sendiri. Mereka disokong dengan kukuh oleh akar-umbi parti (termasuk ramai pekerja yang telah diradikalisasi). Namun, sebahagian daripada kader lama agak terpegun dengan perkembangan tahun 1917 yang begitu pesat, dan berasa takut dengan penindasan yang mereka telah mengalami pada bulan Julai.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Lebih-lebih lagi, pada saat Lenin, Trotsky dan Majlis Ketenteraan Revolusioner sedang merencanakan pemberontakan, dua tokoh Bolshevik terkemuka, iaitu Zinoviev dan Kamenev, telah membelot kepada pihak musuh. Beberapa hari sebelum bermulanya pemberontakan, mereka telah memberikan maklumat mengenai pemberontakan itu kepada sebuah akhbar anti-Bolshevik. Lenin telah menjadi marah dan mendesak agar mereka dipecat, tetapi majoriti majlis Pusat tidak setuju. Fakta-fakta ini agak bertentangan dengan prasangka sayap kanan bahawa Parti Bolshevik itu bersifat pemerintahan mutlak dan bahawa Lenin merupakan seorang diktator.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di bawah kepimpinan Trotsky, soviet Petrograd telah menyatakan bahawa arahan-arahan pihak berkuasa dalam tentera tidak boleh dilaksanakan sebelum arahan tersebut disetujui oleh Majlis Ketenteraan Revolusioner. Balasan pihak berkuasa adalah untuk melarang akhbar Bolshevik, menahan Trotsky dan memulakan rancangan menangkap seluruh kepimpinan Bolshevik.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka telah tibanya masa untuk pihak revolusioner bertindak. Pada malam 24hb Oktober, rombongan-rombongan pekerja telah mengambil-alih stesen-stesen keretapi, pejabat-pejabat pos, pusat-pusat telefon, gudang-gudang senjata, bank-bank dan perusahaan-perusahaan pencetakan. Hampir tidak terdapatnya tentangan, sehingga pada keesokan hari, pada pukul 10 pagi, kaum Bolshevik dapat mengumumkan bahawa Pemerintahan Peralihan telah ditumbangkan. Istana Musim Sejuk terpaksa diserbu oleh pihak Bolshevik, tetapi pengambil-alihan Istana juga telah berlaku tanpa pertumpahan darah. Pemerintahan Peralihan tersebut begitu kehilangan kepercayaan rakyat sehingga tidak terdapat kekuatan di kalangan masyarakat yang sanggup mempertahankannya.  Pertempuran penentuan telah berlaku di Moskow. Namun, dalam jangka masa pendek, revolusi telah berjaya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada 26hb Oktober, kongres soviet telah mendirikan pemerintahan baru yang dikuasai oleh Parti Bolshevik, dengan perlibatan kaum Revolusioner Sosial dan pelbagai tokoh Menshevik. Pemerintahan baru ini menyatakan bahawa semua tanah akan menjadi milik kaum petani (kenyataan ini sememangnya hanya mengesahkan seseuatu proses yang sudah berlaku di merata-rata) dan menuntut agar peperangan ditamatkan tanpa pencabulan oleh mana-mana pihak.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pemberontakan Bolshevik pada bulan Oktober 1917 sering dilukiskan sebagai sesuatu rampasan kuasa oleh golongan minoriti. Dalam amalan, semua pemberontakan tentu sahaja akan dipimpin oleh sebuah minoriti. Tetapi kita perlu bertanya, adakah pemberontakan tersebut disokong oleh majoriti, dan siapakah yang memegang kuasa dalam susunan sosial baru?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Rampasan kuasa oleh Pinochet di Chile pada tahun 1973, misalnya, jelas tidak disokong oleh rakyat jelata. Beribu-ribu pekerja dibunuh atau dipenjarakan. Ini adalah bertentangan dengan revolusi Bolshevik, yang disokong oleh majoriti. Ini disahkan oleh pihak musuh pula. Sukhanov, seorang pakar sejarah Menshevik, menulis, “Segala perbincangan mengenai sesuatu konspirasi ketenteraan adalah melucukan… sebenarnya, parti [Bolshevik] disokong oleh majoriti besar rakyat…” Sementara itu, Martov, seorang pemimpin Menshevik, mengatakan, “Cubalah mengerti, apa yang terjadi di hadapan mata kita adalah kebangkitan kaum proletariat – hampir seluruh proletariat menyokong Lenin dan mengharapkan kebebasan mereka akan dicapai oleh kebangkitan ini.” Penulis sejarah bernama Robert Service, yang tidak menyokong kaum Bolshevik, menulis, “Secara asasnya… rancangan politik Boshevik semakin mengambil hati para pekerja, perajurit dan petani &#8230; tanpa ini, revolusi Oktober tidak mungkin terjadi.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun wartawan Amerika bernama John Reed mungkin melukiskan kenyataan itu dengan paling mengharukan. Dia mengingati suasana di Petrograd selepas berlakunya pemberontakan tersebut. “Seorang pekerja tua yang memandu kenderaan kami memegang roda dalam satu tangan, sambil tangan lainnya terayun menunjuk ke ibu negara yang bersinar. “Milikku!,” jeritnya dengan wajah bercahaya. “Kini semua ini milik saya! Petrograd saya!”</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/sejarah/dunia-sejarah/'>Dunia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/sejarah/'>sejarah</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/bolshevik/'>Bolshevik</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/rusia/'>rusia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1711/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1711&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/29/revolusi-oktober-1917/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/1917.jpg?w=112" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/1917.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">1917</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/1917.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1917</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebo Di Pelupuk Mata Tak Tampak, Kemaluan Di Seberang Lautan Tampak</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/27/kebo-di-pelupuk-mata-tak-tampak-kemaluan-di-seberang-lautan-tampak/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/27/kebo-di-pelupuk-mata-tak-tampak-kemaluan-di-seberang-lautan-tampak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 16:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1703</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti tahu, judul  di atas adalah modifikasi serampangan dari peribahasa gajah di pelupuk  mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Awalnya aku menyusun kalimat modifikasi itu berupa kemaluan di pelupuk mata tak tampak, kemaluan di seberang lautan tampak. Tapi ketika kucermati kembali, dengan sedikit memperhatikan unsur rasa dan keindahan, agar tidak terlalu kelihatan&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/27/kebo-di-pelupuk-mata-tak-tampak-kemaluan-di-seberang-lautan-tampak/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1703&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/sby.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1704" title="Munas MUI" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/sby.jpg?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#000000;">Anda pasti tahu, judul  di atas adalah modifikasi serampangan dari peribahasa gajah di pelupuk  mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Awalnya aku menyusun kalimat modifikasi itu berupa kemaluan di pelupuk mata tak tampak, kemaluan di seberang lautan tampak. Tapi ketika kucermati kembali, dengan sedikit memperhatikan unsur rasa dan keindahan, agar tidak terlalu kelihatan serampangan, akhirnya aku putuskan untuk memilih kata kebo sebagai pengganti gajah.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Alasan lain mengapa memilih kebo, bukan sapi atau kambing adalah karena dalam bahasa Indonesia kebo ternyata bisa merujuk pada kemaluan, seperti pada istilah kumpul kebo.  Walaupun sebenarnya aku kurang setuju dengan istilah ini. Pertama Dilihat dari segi bahasa misalnya, kata kebo mestinya diganti dengan kerbau, kalau ingin menyerapnya ke dalam bahasa Indonesia.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Alasan ke dua, kalau misalnya kumpul blogger di artikan berkumpul dengan para  blogger,  temu alumni berarti bertemu dengan para alumni, kumpul kebo berarti berkumpul dengan kebo. Bukankah Anda sendiri tahu, satu-satunya golongan manusia yang suka berkumpul dengan kerbau, dalam hal ini kebo,  adalah petani.  Sedangkan kumpul kebo sendiri dalam masyarakat Indonesia merujuk pada satu hal yang negative. Yang  kurang lebih bermakna &#8216;hidup bersama sebagai suami istri di luar pernikahan&#8217;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ternyata dalam tata bahasa pun petani juga tak luput dari aniaya. Aktifitasnya dipinjam untuk urusan keburukan, amoral, tak berakhlak, tak beretika, tak berbudi pekerti, tanpa  sopan santun, tak bermartabat, menurut istilah SBY. Atau urusan kemaluan, menurut istilahku.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam pelajaran bahasa dan satra Indonesia, kita mengenal  fungsi imbuhan <em>ke-an, </em>antara lain membentuk kata benda abstrak, seperti  <em>keindahan, </em>yang berasal dari kata indah<em>.</em> Contoh lainnya adalah kata <em>kemaluan</em> itu sendiri, yang berasal dari kata malu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selain  itu imbuhan ke-an juga mengandung makna <em>hal </em>atau <em>keadaan. </em>Seperti pada kata<em> keberanian</em>, dari kata dasar berani. Ada juga makna lain dari ke-an yaitu merasakan dengan sangat, contohnya pada kata dingin, setelah ditambah imbuhan <em>ke-an </em>menjadi kedinginan, yang bermakna kurang lebih merasakan dengan sangat hawa dingin. Dan sekali lagi kata <em> kemaluan </em>bisa dicontohkan di sini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dalam <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php" target="_blank">Kamus Besar Bahasa Indonesia</a>, di situ tercatat <em>k</em><em>emaluan </em>bisa berarti mendapat malu;  hal malu atau sesuatu yg menyebabkan malu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sampai di sini semoga Anda sepakat dengan serampangan-serampanganku ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Atau  jangan-jangan Anda malah bingung? Kalau iya, mari bersama-sama kita bersyukur. Karena dengan begitu kita berbakat menjadi seorang pejabat. Anda tahu, para pejabat memang paling hobi bingung dalam mencerna masalah, sekaligus juga paling  mahir membuat orang lain bingung.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sebelum kuakhiri, aku ingat pada salah satu berita beberapa hari lalu, yang menyatakan bahwa Presiden mengungkap secara terang-terangan perasaan malunya di depan sejumlah ulama dari Majlis Ulama Indonesia berkaitan dengan peredaran video porno. Presiden juga menganggap hal itu sebagai tragedi yang memalukan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pernyataannya itu serius. Dan tentu saja aku tidak berani menginterpretasikannya secara serampangan dengan kalimat seperti, Presiden mengungkap secara terang-terangan kemaluannya di depan sejumlah ulama dari Majlis Ulama Indonesia berkaitan dengan peredaran video porno dan menganggap hal itu sebagai tragedi kemaluan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber :</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/07/20/brk,20100720-264664,id.html" target="_blank">Disini</a></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://id.news.yahoo.com/repu/20100723/tpl-peringati-hari-anak-nasional-preside-97b2f71.html" target="_blank">Disini</a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/'>budaya</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/indonesia-budaya/'>Indonesia</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/presiden/'>Presiden</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1703/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1703&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/27/kebo-di-pelupuk-mata-tak-tampak-kemaluan-di-seberang-lautan-tampak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/sby.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/sby.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Munas MUI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/sby.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Munas MUI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Tahun 1905</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/25/revolusi-tahun-1905/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/25/revolusi-tahun-1905/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 13:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bolshevik]]></category>
		<category><![CDATA[rusia]]></category>
		<category><![CDATA[tsar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1700</guid>
		<description><![CDATA[Teori-teori revolusioner tidak muncul dengan spontan dalam otak para pemikir. Ia muncul sebagai hasil dari pengalaman praktis, terutama pengalaman perjuangan. Ini terbukti dalam revolusi tahun 1905. Setelah revolusi tersebut, Leon Trotsky mengkaji semuka pengalamannya, lalu mengembangkan teori &#8216;revolusi berkelanjutan&#8217; yang meramalkan perkembangan revolusi tahun 1917. Sementara itu, Rosa Luxemburg, yang juga memiliki peran dalam revolusi&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/25/revolusi-tahun-1905/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1700&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/bolshevik3.jpg"><img class="size-full wp-image-1701 alignleft" title="Bolshevik3" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/bolshevik3.jpg?w=640" alt=""   /></a></p>
<p><span style="color:#000000;"></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Teori-teori revolusioner tidak muncul dengan spontan dalam otak para pemikir. Ia muncul sebagai hasil dari pengalaman praktis, terutama pengalaman perjuangan. Ini terbukti dalam revolusi tahun 1905. Setelah revolusi tersebut, Leon Trotsky mengkaji semuka pengalamannya, lalu mengembangkan teori &#8216;revolusi berkelanjutan&#8217; yang meramalkan perkembangan revolusi tahun 1917. Sementara itu, Rosa Luxemburg, yang juga memiliki peran dalam revolusi Tahun 1905, telah menulis bukunya mengenai pemogokan umum. Dan revolusi Tahun 1905 itu seringkali dinamakan Latihan raptai Besar bagi perisitiwa 1917.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada awal abad ke-20, pemerintahan Rusia dipegang oleh Tsar secara otokratis, tanpa apa-apa organisasi demokratis. Kebanyakan penduduk merupakan petani petani yang hidup dalam keadaan semi-feodal. Namun demikian, kapitalisme sudah mulai bertumbuh pesat. Sebagian besar dari industri produksi digerakkan untuk memenuhi kebutuhan militer negara, tetapi ada juga industri pakaian dan penenunan besar yang mempekerjakan banyak karyawan perempuan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kapitalisme telah berkembang di Rusia dengan agak lewat. Ini sebenarnya bersifat paradoks: pabrik-pabrik yang ada di Rusia sangatlah modern dan berskala besar. Kelas buruh masih kecil dari segi relatif, tetapi terpusat di tempat-tempat bekerja yang modern, canggih dan besar &#8211; jauh berbeda dari pabrik-pabrik kecil yang menyifati tahap-tahap awal revolusi industri di Inggris. Inilah yang disebut oleh Trotsky sebagai fenomena &#8216;perkembangan bergabung.&#8217;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kelas pekerja muda telah memulakan perjuangan yang besar. Kelas buruh muda telah memulai perjuangan yang besar. Pada tahun 1896, pekerja penenun di ibu negara, iaitu St. Pada tahun 1896, karyawan penenun di ibu kota, yaitu St. Petersburg, telah memulakan pemogokan umum yang pertama. Petersburg, telah memulai pemogokan umum yang pertama. Dalam dua tahun berikutnya, jumlah aksi permogokan telah bertumbuh dengan cepat. Namun, pemerintah Rusia berbalas dengan penindasan tajam, sedang ekonomi Rusia mulai merosot, sehingga perjuangan buruh tenggelam sebentar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada saat itu, sudah ada kelompok-kelompok revolusioner, termasuk Partai Demokrasi Sosial Pekerja Rusia. Dalam partai tersebut telah timbul dua kelompok yang dinamakan kelompok Bolshevik dan kelompok Menshevik (yang berarti &#8216;mayoritas&#8217; dan &#8216;minoritas&#8217; masing-masing). Mereka seringkali mengalami penindasan dan para pemimpin mereka tidak jarang dipenjarakan, tetapi mereka semakin berpengaruh di kalangan rakyat. Ketua polisi Rusia telah berucap mengenai pengaruh tersebut:</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Selama 3 atau 4 tahun ini, anak-anak Rusia kita yang dulunya begitu pasif, semakin menjadi seperti unsur intelektual yang hampir memahami abjad; mereka merasakan tanggung jawab untuk memperkecil-kecilkan agama dan keluarga, tidak mementingkan hukum yang ada, dan mentertawakan pihak yang berkuasa.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada tahun 1904, Rusia telah berperang dengan Jepang. Pada mulnya, peperangan itu membangkitkan ombak patriotik, sementara jumlah aksi permogokan merosot. Namun, tidak lama kemudian, perasaan itu mulai melesap, karena rakyat terpaksa menanggung beban perang tersebut. Gaji kaum pekerja telah merosot sebanyak 25 peratus. Gaji kaum buruh merosot sebanyak 25 persen. Di medan pertempuran, para pemimpin militer telah melakukan kesalahan-kesalahan besar sehingga Rusia akhirnya kalah dalam peperangan itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada bulan Desember 1905, beberapa aksi permogokan meletus. Empat orang pekerja dipecat. Kaum pekerja kemudian mengatur pemogokan umum di ibu kota. Seorang pendeta bernama Gapon telah menganjurkan agar kaum buruh bertandang ke Istana untuk menuntut bantuan Tsar, yang saat itu masih didukung oleh rakyat. Para pekerja telah mengatur surat rayuan, yang bukan saja berisi tuntutan ekonomi biasa bahkan juga tuntutan politik, seperti kebebasan berbicara, kebebasan pers, tanah untuk golongan petani, organisasi parlemen, dan penghentian peperangan. Gugatan ini mencerminkan pengaruh pihak sosialis revolusioner, dan agak melebihi apa yang dibayangkan oleh Pendeta Gapon (yang sebenarnya adalah seorang rasional).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada 9 Januari 1905, ribuan karyawan telah datang ke Istana. Menyanyikan lagu-lagu keagamaan sambil mengusung gambar Tsar. Tsar menolak peluang untuk bertemu dengan mereka, dan tentara menembak hadirin itu. Lebih dari seribu orang meninggal dunia, dua ribu lagi cedera. Hari itu kemudian dikenal sebagai &#8216;Hari Minggu Berdarah.&#8217; Kaum pekerja tekah mengatur pemogokan umum di St. Petersburg, yang kemudiannya menyebar ke ke kota-kota lain. Satu ciri yang muncul dari pemogokan tersebut adalah bahwa tuntutan ekonomi dan tuntutan politik bangkit bersama-sama dan menguatkan satu sama lain. Pihak penguasa terpaksa menyerahkan beberapa perubahan, dan di berbagai daerah kaum buruh memenangkan sedikit hak politik. Partai-partai kiri kini dapat bergerak dengan bebas.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada bulan Agustus, Tsar telah menyetujui pembentukan Duma, yaitu organisasi parlementer. Namun, Duma itu hanya dimaksudkan sebagai badan penasehat, dan kaum pekerja tidak diwakili sama sekali. Di Petersburg, dengan jumlah penduduk sebesar 1.4 juta, hanya 13.000 penduduk dilibatkan dalam pemilu. &#8216;Perubahan&#8217; ini hanya menaikkan darah rakyat, dan pada bulan Oktober dimulai ombak permogokan sekali lagi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pemogokan tersebut telah melumpuhkan perusahaan kereta dan kantor-kantor pos, sekolah-sekolah ditutup, pasokan gas dan air dihentikan dan sistem komunikasi telah merosot.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Perjuangan kaum buruh menjadi inspirasi bagi rakyat tertindas lainnya. Kaum tani mulai membakar rumah-rumah tuan tanah dan merampas tanah dan makanan. Tentara bawahan telah memberontak. Kaum pekerja perempuan yang terlibat dalam (dan seringkali memimpin) aksi-aksi permogokan, kemudian memberanikan diri untuk menentang penindasan seperti usikan seksual, serta menuntut hak liburan untuk menyusu anak mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada saat itu, para pekerja di ibu kota telah mendirikan sebuah organ politik yang sangat efisien untuk mengatur perjuangan ekonomi dan politik. Organ ini dinamakan &#8216;soviet&#8217; (dewan buruh). Soviet itu berasal dari dewan-dewan permogokan di tempat-tempat bekerja. Dewan ini sangatlah bersifat demokratis dan mewakili seluruh kelas buruh. Seperti dalam Komune Paris, wakil-wakil dapat dipanggil balik pada setiap saat, dan gaji mereka tidak melebihi gaji seorang pekerja biasa. Tetapi berbeda dengan Komune Paris, majlis ini didasarkan pada wakil dari tempat kerja, sehingga bersifat 100 persen kaum proletar. Dewan seperti itu telah muncul di seluruh Rusia dan mulai menentang otoritas. Para pekerja mulai menganggap soviet-soviet itu sebagai pemerintahan mereka sendiri.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan dewan-dewan itu memang merupakan sesuatu pemerintahan yang bersaing dengan pemerintahan Tsar. Soviet-soviet tersebut dibentuk untuk melayani kebutuhan kaum buruh dalam perjuangan sehari-hari &#8211; seperti mengatur aksi permogokan, meyebar informasi, dan mencari makanan, obat dan transportasi bila industri dihentikan oleh pemogokan. Namun, ia telah menjadi sebuah organ revolusioner dengan cepat.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pemberian tambahan dari Tsar gagal menyenangkan hati karyawan, dan pada bulan November telah dimulainya ombak pemogokan yang ketiga. Dalam aksi bulan November, hari kerja 8 jam menjadi tuntutan utama. Sehingga itu, pihak majikan tidak melibatkan diri dalam pergolakan tersebut, karena mereka sendiri menginginkan reformasi politik terbatas, dan tidak merisaukan diri jika reformasi itu diperjuangan oleh kaum buruh. Tetapi tuntutan demi hari bekerja 8 jam tidak digemari oleh mereka. Mereka mulai menentang gerakan buruh dengan ganas. Dalam pada itu, pihak polisi dan pemerintahan lokal telah mengizinkan sekelompok rasis bernama &#8216;Ratusan Hitam&#8217; untuk menyerang para pekerja.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Soviet di St. Petersburg telah dibubarkan pada 3 Desember. Soviet di Moskow memberontak tetapi pemberontakan itu dihancurkan setelah perjuangan berwira selama 9 hari.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sepanjang tahun 1905, aksi buruh seringkali lebih maju dari yang diharapkan oleh golongan revolusioner. Fenomena soviet tidak diramalkan oleh teori-teori sayap kiri. Soviet-soviet telah dikembangkan sekitar secara spontan oleh kelas buruh, walaupun dipengaruhi oleh pengalaman Komune Paris. Pada awalnya, Partai Bolshevik tidak merisaukan diri dengan dewan-dewan itu, yang dianggap bertentangan dengan peran pemimpin partai. Pada saat yang sama, golongan Bolshevik masih berpegang pada cara-cara beratur sempit dan bersifat konspirasi, yang diajukan oleh Lenin dalam tulisannya berjudul <em>Apa Yang Harus Dilakukan?</em> Tulisan itu diterbitkan pada tahun 1903, pada masa ketika golongan Bolshevik terpaksa bergerak secara rahasia. Oleh kerana itu, Lenin telah mengajukan struktur-struktur tegas untuk mana-mana kumpukan revolusioner professional, yang dianggap akan membawa kesedaran revolusioner kepada kelas pekerja &#8216;dari luar.&#8217; Kebanyakan kader Bolshevik mempekecil-kecilkan perjuangan rakyat yang mereka menganggap sebagai bersifat &#8216;tidak politikal.&#8217; Oleh karena itu, Lenin telah mengajukan struktur-struktur tegas kumpukan revolusioner professional, yang dianggap akan membawa kesadaran revolusioner kepada kelas buruh &#8216;dari luar.&#8217;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(Rosa Luxemburg merupakan pemimpin yang paling memahami bagaimana pemogokan umum yang melibati seluruh rakyat pekerja dapat berinteraksi dengan perjuangan politik dalam perkembangan revolusioner.)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Peristiwa-peristiwa tahun 1905 memaksa kaum Bolshevik untuk berubah sikap. Lenin (yang pada waktu berada di luar negeri) dengan segera melihat potensi dewan-dewan buruh, tetapi hanya dalam perdebatan sengit dia dapat meyakinkan aktivis-aktivisi partai. Kemudian, partai Bolshevik telah terlibat dalam soviet-soviet dengan yakin. Lenin juga telah menyarankan agar pihak Bolshevik &#8220;membuka pintu partai seluas-luasanya&#8221; dan menyambut ribuan buruh radikal yang ingin menjadi anggota partai. Para pekerja muda ini sangat penting untuk menyeimbangkan kader lama yang terbukti terlalu konservatif dalam pergolakan tahun 1905.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Revolusi tahun 1905 telah membuktikan bahawa kelas kapitalis tidak ingin dan tidak mampu memimpin revolusi demokratik borjuasi. Mereka lebih mementingkan penghapusan sisa-sisa feodal dalam sistem ekonomi dan politik, tetapi menakuti kekuatan revolusioner kelas buruh. Ini telah menjadi titik awal bagi teori Revolusi berkelanjutan, yang dikembangkan oleh Leon Trotsky berdasaran pengalaman pergolakan tahun 1905 itu. Menurut Trotsky, penguasaan cara-cara produksi kapitalis di tingkat global berarti bahwa perjuangan sosialis bisa dimulai di Rusia. Kaum pekerja bukan saja patut memimpin perjuangan demokratik, tetapi dalam perjuangan itu mereka harus bergerak lebih jauh dan menghadapkan revolusi ke arah sosialisme.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kaum revolusioner harus belajar dari perjuangan spontan kaum buruh. Meskipun itu, sebuah partai revolusioner masih adalah penting. Partai Bolshevik telah mengukuhkan diri ketika revolusi tahun 1905 dikalahkan, sehingga pelajaran-pelajaran itu tidak akan terlupakan. Tanpa Partai Bolshevik, revolusi Oktober 1917 tidak mungkin berhasil.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<pre><span style="color:#000000;"> </span>
<span style="color:#000000;"> </span></pre>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/sejarah/dunia-sejarah/'>Dunia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/sejarah/'>sejarah</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/bolshevik/'>Bolshevik</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/rusia/'>rusia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/tsar/'>tsar</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1700&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/25/revolusi-tahun-1905/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/bolshevik3.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/bolshevik3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Bolshevik3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/bolshevik3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bolshevik3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Penulis</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/25/tentang-penulis/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/25/tentang-penulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 09:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1697</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang teman yang berprofesi sebagai pemusik mengatakan padaku bahwa anak-anak muda sekarang lebih memilih musik sebagai mata pencaharian karena musik dinilai lebih gampang dibandingkan dengan seni lainnya seperti satra atau lukis, aku teringat pada satu tulisan di sebuah blog milik seorang penulis  yang mengatakan, jika anda seorang penulis pemula atau sedang dalam proses belajar&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/25/tentang-penulis/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1697&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pulpen.jpg"><img title="pulpen" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pulpen.jpg?w=225&#038;h=224" alt="" width="225" height="224" /></a><span style="color:#000000;">Ketika seorang teman yang berprofesi sebagai pemusik mengatakan padaku bahwa anak-anak muda sekarang lebih memilih musik sebagai mata pencaharian karena musik dinilai lebih gampang dibandingkan dengan seni lainnya seperti satra atau lukis, aku teringat pada satu tulisan di sebuah blog milik seorang penulis  yang mengatakan, jika anda seorang penulis pemula atau sedang dalam proses belajar menulis, tabah dan tanggunglah sendiri penderitaannya. Karena tidak akan menerima pujian dari siapa pun dalam periode berlatih. Orang tua anda tidak tahu apakah tulisan anda bagus atau tidak. Teman-teman anda juga tidak bisa menilai. Guru anda pun mungkin tidak tahu-menahu soal tulisan. Jadi, tulisan jelek orang-orang yang sedang belajar menulis, bisa dipastikan, tidak akan pernah mendapatkan pujian sebagaimana gambar-gambar buruk yang dihasilkan oleh anak-anak yang sedang belajar melukis. Karena itu anda harus tabah menjalani hari-hari tanpa pujian ketika anda belajar menulis.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jika anda tidak memiliki daya tahan yang prima, ungkap penulis dalam blog tersebut, saya menyarankan sebaiknya anda berlatih yang lain saja. Lupakan menulis. Beralihlah ke latihan yang lain, latihan bermain gitar, misalnya, atau piano. Ini nasihat serius. Jika anda mengikuti kursus piano, enam bulan setelah kursus, anda mungkin sudah bisa memainkan komposisi sederhana atau sudah bisa memainkan Mozart ala kadarnya. Orang tua anda sudah bisa memamerkan &#8220;kehebatan&#8221; permainan anda kepada tamu-tamu yang datang. Teman-teman anda sudah bisa menikmati komposisi yang anda mainkan. Mungkin jari-jari anda masih sering kepleset, tetapi musik yang anda mainkan sudah terdengar nikmat. Teman-teman anda yang tidak mengerti musik, asal punya telinga, masih bisa menikmati musik yang anda mainkan dan memuji permainan anda[i].</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sebelum aku lanjutkan, perlu dictatat di sini, yang dimaksud menulis dalam pembahasan ini bukanlah seperti apa yang dilakukan anak SD sewaktu awal-awal belajar menulis atau seorang pedagang beras menulis surat tagihan kepada seorang pembeli, juga bukan seperti seorang dokter menulis resep. Menulis di sini maksudnya adalah kurang lebih mengungkapkan isi perasaan, argumentasi, berita ataupun hanya sekedar bercerita fiktif ke dalam satu bentuk tulisan dengan memperhatikan benar-benar unsur estetetika.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kembali ke masalah musik dan menulis. Pernyataan yang diungkap oleh temanku yang pemusik itu tidak sepenuhnya benar. Anak-anak muda seperti itu mungkin sekadar mencari tenar dan keuntungan materi yang besar secara cepat.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Serta pernyataan penulis yang aku nukil di atas tentang saran untuk lebih memilih musik dibandingkan menulis jika tidak memiliki ketahanan prima, juga tidak sepenuhnya benar. Karena sejatinya baik musik, sastra ataupun melukis sama-sama membutuhkan mental baja, sama-sama bukan ilmu yang gampang dipelajari.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Karena tidak gampang itulah maka banyak pembahasan, terutama dalam bidang kepenulisan, mengenai permasalahan yang dihadapi oleh pemula.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bagaimana merangkai kalimat yang baik, menyusun tema, mengelola ide, mencari referensi yang baik untuk dijadikan pengaruh, trik menanggulangi <em>writer&#8217;s</em> <em>block </em>adalah beberapa contoh permasalahan dari segi teknis. Selain satu permasalahan lagi yang tidak kalah penting yaitu dari segi hasil, apa yang akan didapat setelah seorang penulis bersusah payah menyusun satu karya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di negeri ini, media cetak selain menjadi barometer kelayakan satu karya, bagi penulis pemula itu adalah jalan terpendek untuk mendapatkan timbal balik berupa materi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Begitu besarnya minat para penulis pemula agar karyanya bisa dipublikasi mengakibatkan semakin besarnya kekuasaan media cetak. 10 atau 20 kali bagi penulis pemula mengirimkan karyanya ke meja redaksi belum tentu membuahkan hasil. Oleh karena itu tidak salah pernyataan, &#8216;Jika anda tidak memiliki daya tahan yang prima, saya menyarankan sebaiknya anda berlatih yang lain saja. Lupakan menulis.&#8217;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kesulitan-kesulitan seperti itu terjadi hampir merata di tiap Negara. Menulis, bukanlah perkara mudah (kebalikan dari penyataan Arswendo Atmowiloto), apalagi di negeri tercinta ini dimana dukungan pemerintah terhadap warganya untuk berkreasi sangat kurang.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ketika pemerintah tidak bisa diandalkan, para penulis pemula biasanya akan mencari perhatian para senior. Mencoba mengambil ilmu serta pengalaman mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun ketika para senior yang peranannya sangat dibutuhkan justru lebih memilih bersikap seperti para politikus memperebutkan kursi jabatan, mengungkit-ungkit kembali pertikaian di masa lalu, mengatasnamakan semua itu dengan kepentingan sastra, jangan heran jika kemudian nasib penulis pemula seperti gelandangan yang mesti melawan sendiri kerasnya jalan kepenulisan. Sedikit keberuntungan tidak mati di selokan. Dan jangan heran pula sastra di negeri tercinta ini akan terus terpuruk.</span></p>
<hr size="1" />
<p>[i] <a href="http://as-laksana.blogspot.com/" target="_blank">As-laksana.blogspot.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/pendidikan/'>pendidikan</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/sastra/'>sastra</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1697/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1697&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/25/tentang-penulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pulpen.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pulpen.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pulpen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pulpen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pulpen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Begitu Berharganyakah Aku?</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/23/begitu-berharganyakah-aku/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/23/begitu-berharganyakah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 15:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[bangsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1681</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 23 Juli, ya ya. Mereka bilang ini adalah hariku. Mungkin aku begitu berharga di negeri ini hingga satu hari di antara 365 hari dipersembahkan untukku. Sebelumnya terima kasih untuk itu, walaupun aku tidak tahu, dan mungkin tidak akan pernah tahu, apa maksud itu semua. kalau boleh jujur, bukan hal-hal seperti itu yang kami mau.&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/23/begitu-berharganyakah-aku/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1681&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/kuda.jpg"><img title="kuda" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/kuda.jpg?w=156&#038;h=117" alt="" width="156" height="117" /></a><span style="color:#000000;">Tanggal 23 Juli, ya ya. Mereka bilang ini adalah hariku. Mungkin  aku begitu berharga di negeri ini hingga satu hari di antara 365 hari  dipersembahkan untukku. Sebelumnya terima kasih untuk itu, walaupun aku tidak tahu, dan mungkin tidak akan pernah tahu, apa maksud itu semua.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">kalau boleh jujur, bukan hal-hal seperti itu yang kami mau. Kami  hanya ingin perhatian. Kalian orang dewasa harusnya tahu, betapa tidak  berdayanya kami. Tanpa ada perhatian dari siapapun, kami merasa seperti  anak yatim piatu, yang mesti berjalan sendiri menghadapi kerasnya  jalanan, membuat keputusan sendiri, menanggung segala resiko sendiri.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Cukuplah sudah eksploitasi yang kalian timpakan ke kami. Kami tidak  butuh keprihatinan kosong kalian.  Seperti yang selalu tampak dalam  foto-foto kampanye para calon pejabat, kami bukannya bangga, justru  merasa seperti iklan tas yang bisa dijinjing dan dijual. Dipeluk,  diemban agar mereka disebut sebagai orang yang penuh belas kasihan dan  perhatian. Padahal pada kenyataannya, itu semua adalah bohong belaka. Semua itu Hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Setelah itu kami ditinggal begitu saja.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan juga, aku tidak butuh air mata atau rasa belaskasihan kalian. Sajak-sajak atau gambar-gambar yang kalian buat tentang kami. Buat apa itu semua, kalau setelah itu pun kalian diam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sudahlah, wahai orang-orang dewasa. Kami tidak memerlukan  perayaan-perayaan. Bagi kami, kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman  dalam bermain dan mendapatkan pendidikan adalah perayaan terbesar dalam  hidup.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/bangsa/'>bangsa</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1681/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1681&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/23/begitu-berharganyakah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/kuda.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/kuda.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/kuda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Sampah</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/16/tentang-sampah/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/16/tentang-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 16:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel-Luna-Cut Tari]]></category>
		<category><![CDATA[Catcher in the rye]]></category>
		<category><![CDATA[satpol PP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini sebelumnya ditulis di Politikana.com Misiku menulis artikel ini adalah keluhan. Beberapa hari lalu perasaanku sedikit tersinggung dikarenakan satu komentar yang menyatakan, ‘Bahwa barangkali apa yang kita share cuma sampah yang tidak membawa manfaat, dan kita menjadi salah satu dari orang yang membanjiri internet dengan sampah-sampah kata-kata, memboroskan sumber daya, membuat orang menghabiskan waktu,&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/16/tentang-sampah/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1646&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/huruf.jpg"><img class="size-full wp-image-1647 alignleft" title="huruf" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/huruf.jpg?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#050505;">Artikel ini sebelumnya ditulis di <a href="http://politikana.com/baca/2010/07/16/tentang-sampah.html" target="_blank">Politikana.com</a></span></p>
<p><span style="color:#050505;">Misiku menulis artikel ini adalah keluhan. Beberapa hari lalu  perasaanku sedikit tersinggung dikarenakan satu komentar yang  menyatakan,</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">‘Bahwa barangkali apa yang kita share cuma sampah yang tidak membawa  manfaat, dan kita menjadi salah satu dari orang yang membanjiri internet  dengan sampah-sampah kata-kata, memboroskan sumber daya, membuat orang  menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, biaya, untuk mengakses yang gak  penting.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Terlebih, itu memboroskan sumber daya yang seharusnya kita manfaatkan  efisien. Padahal waktu earth hour kita gembar-gembor juga seakan-akan  kita peduli dengan penggunaan sumber daya listrik/apapun dan peduli  dengan kelangsungan hidup bumi ini.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Yang artinya dengan satu artikel percum tak bergun kita telah sukses  turut membantu merusakkan bumi.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Padahal dalam agama katanya ada ujar-ujar<br />
&#8220;Janganlah jadi orang  yang menimbulkan kerusakan&#8217;.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#050505;">Aku tersindir. Aku tersinggung. Aku malu.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Mungkin diantara semua yang ada di sini, akulah yang paling banyak  menghasilkan sampah, dengan begitu aku lah yang paling besar andilnya  dalam melakukan kerusakan dunia.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Setelah dipikir-pikir kembali secara matang, bukan hanya kalian yang  rugi karena membaca artikel-artikelku, tetapi juga malah aku sendiri.  Tagihan listrik di rumah akan membengkak untuk urusan yang tidak perlu,  merusak, dan ujung-ujungnya sampah.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Haruskah aku menutup (baca : menyegel) niatku untuk terus menulis?  Padahal aku selalu ingin menulis. Mungkin yang aku rasakan sekarang sama  dengan apa yang dirasakan oleh Satpol PP Jayapura.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Ada apa dengan Satpol PP Jayapura? Apakah kalian sudah membaca  beritanya? kalau belum, baiklah, aku akan ceritakan sedikit.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Berita itu dibuka dengan kalimat, &#8216;satuan polisi pamong praja (satpol  PP) menyegel toko atau tempat usaha tak berizin tentu biasa. Tapi,  bagaimana jadinya bila aparat penegak peraturan daerah tersebut menyegel  kantor sendiri? Itulah yang terjadi di Jayapura&#8217;.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Aku akan menuliskan berita itu secara ringkas saja. Karena kalian  tahu, selain membuang-buang tenaga untuk membaca, juga membuang biaya  (bagi warga P yang kebetulan berada di warnet) dan biaya listrik, bagi  yang memakai internet di rumah. Selain itu -yang paling mengerikan,  mengakibatkan rusaknya dunia!</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kembali ke berita Satpol PP. Penyegelan kantor tersebut sebagai wujud  kejengkelan mereka pada PLN yang telah memutus listrik di kantor tempat  mereka bekerja. Pemadaman listrik itu, katanya, sudah berlangsung  selama 1 bulan. Dan, katanya lagi, bendahara sudah membayarnya tetapi  setelah dicek ternyata belum. Juga katanya, masih ada tagihan 5 juta  yang belum dibayar. Dan katanya pula, selama mati lampu tersebut mereka  hanya nongkrong-nongkrong begitu saja, tidak bisa melayani masyarakat  seperti biasa.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">&#8220;Dengan aksi ini, diharapkan ada tanggapan dan lampu segera menyala  agar kami dapat melayani masyarakat,&#8221; kata salah seorang pegawai kantor.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kasihan sekali mereka. Orang-orang yang mempunyai niat besar untuk  kemaslahatan bersama malah terhambat, sedangkan aku yang hanya mampu  membuat sampah, malah begitu lancarnya menikmati listrik.  Astaghfirullah.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Baiklah, aku tidak akan lama-lama menyampah di sini. Aku juga sudah  mendengar bangku yang aku duduki berteriak teriak,&#8221;Hai! kamu bilang mau  berehenti, tapi dari tadi nyerocos terus. Dasar sampah!&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Akhirnya aku akhiri saja artikel ini sampai di sini. Bangku kurang  ajar yang kududuki ini sudah bikin konsentrasiku buyar.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Ngomong-ngomong soal bangku, kata seorang panitia seleksi nasional  masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN), ada  954 bangku kosong yang  belum teridentifikasi. Menurut Herry Suhardiyanto selaku ketua panitia  SNM PTN kekosongan bangku ini disebabkan oleh kurangnya minat calon  mahasiswa terhadap program studi tersebut, bukan oleh kesengajaan  panitia.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">(Siapa juga yang sedang menuduh Bapak. Tidak ada untungnya nuduh,  sedangkan yang sudah terbukti saja banyak yang ngelak).</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kembali ke masalah bangku kosong, yang pasti (ini menurut  keyakinanku), kekosongan itu bukan disebabkan oleh sikap apriori seperti  yang ditujukan Holden, tokoh dalam novel Catcher in the Rye-nya JD  Salinger.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kalian pernah membaca novel tersebut? Atau setidaknya pernah  mendengar mungkin? Kalau belum, aku ringkaskan di sini.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Novel tersebut mengisahkan seorang tokoh bernama Holden Caulfield,  seorang remaja 16 tahun yang  diusir dari sebuah sekolah lanjutan swasta  eksklusif. Bagi Holden sendiri tidak ada yang menarik sama sekali  dengan yang namanya sekolah. Ia menyebut kawan-kawannya yang kaya, yang  kelak akan mewarisi Amerika, adalah orang-orang yang tidak terpelajar  sama sekali. Sekolah yang dibanggakan banyak orang tua dan yang memuji  dirinya sendiri melalui iklan besar yang dipasangnya, baginya juga  sesuatu yang palsu.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Ketajaman, kepahitan, sarkasme yang dilontarkan oleh Holden  mengakibatkan novel ini dilarang di berbagai tempat. Namun seperti yang  selalu terjadi, semakin dilarang justru semakin menarik minat orang  untuk membacanya.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">&#8220;Kamu ngelantur. Kapan mau berhenti?&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Iya, maaf, aku negelantur. Bangku yang kududuki sudah berteriak lagi.  Terima kasih Bangku, kau mengingatkanku. Hampir saja aku membuat sampah  yang lebih banyak lagi.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Baiklah, pembicaraan tentang novel Catcher In the Rye aku putuskan  sampai di sini saja. Bagi yang penasaran, silahkan baca sendiri. Aku  yakin meski telah berusia 59 tahun (o iya, hari ini novel tersebut  berulang tahun!), Catcher in The Rye  masih terpajang di toko-toko buku.  Bahkan menurut berita yang aku baca, tahun 2004 saja buku tersebut  berhasil terjual 250 ribu kopi. Sedangkan totalnya sudah terjual lebih  dari 10 juta kopi.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Astaga, ngomongin kopi aku jadi ingat, kopi yang kubikin dari tadi  belum di minum. Ya ampun, kopinya sudah bersemut. Dasar semut sialan,  kopiku berubah jadi sampah.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Bicara tentang sampah&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#050505;">&#8220;Kabul! lagi ngapain kamu di dalam kamar? buka video porno di  internet lagi ya? sudah kubilang berapa kali, jangan buka-buka internet  lagi! Atau aku jual sekalian laptopmu!&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kalian dengar? bapakku sudah mencak-mencak! Sejak media menyiarkan  secara gencar-gencaran kasus video Ariel-Luna-Tari, orang tuaku, juga  orang-orang tua lainnya di desaku, menjadi antipati dengan yang namanya  internet. Internet di mata mereka tak ubahnya DVD porno. Internet adalah  sampah, kata mereka. Bikin boros listrik, membuang-buang energi  percuma, dan merusak dunia!</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Ya ampun, jadi ingat misi awal aku menulis ini.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">&#8220;Kabul. Kamu tidak mau berhenti juga? Mau aku buang laptopmu ke tong  sampah!&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Sumber : <a href="http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=145413" target="_blank">Jawa Pos</a> dan <a href="http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=145477" target="_blank">Jawa Pos</a></span></p>
<p><span style="color:#050505;">Nb : Tentang komentar tersebut, aku hanya becanda, seperti yang  kuyakini bahwa <a href="http://politikana.com/baca/2010/07/14/rahasia-unik-17-agustus-1945.html#comment-227284" target="_blank">anda</a> juga sedang bercanda ketika menuliskannya.  Tidak ada maksud apapun aku membawa-bawa isi komentar itu ke sini. Piss.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/pendidikan/'>pendidikan</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/ariel-luna-cut-tari/'>Ariel-Luna-Cut Tari</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/catcher-in-the-rye/'>Catcher in the rye</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/satpol-pp/'>satpol PP</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1646&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/16/tentang-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/huruf.jpg?w=142" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/huruf.jpg?w=142" medium="image">
			<media:title type="html">huruf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/huruf.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">huruf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Anda, Kereta Api dan Polisi</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/16/antara-anda-kereta-api-dan-polisi/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/16/antara-anda-kereta-api-dan-polisi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 17:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1636</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda merasa sedang error, emosi atau mental terganggu, ada baiknya untuk mengikuti kiat-kiat seperti yang djalankan oleh PT Kereta Api, yaitu mengikuti pelatihan selama tiga hari di pesantren. Di dalam berita yang saya baca, PT Kereta Api (KA) memasukkan seluruh awak KA secara bertahap ke Pesantren Raudhatuh Fatehah, Plered, Bantul. Vice President (VP) Pengendalian&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/16/antara-anda-kereta-api-dan-polisi/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1636&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pol.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1637" title="pol" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pol.jpg?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#050505;">Kalau anda merasa sedang <em>error</em>, emosi atau mental  terganggu, ada baiknya untuk mengikuti kiat-kiat seperti yang djalankan  oleh PT Kereta Api, yaitu mengikuti pelatihan selama tiga hari di  pesantren.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Di dalam berita yang saya baca, PT Kereta Api (KA) memasukkan seluruh  awak KA secara bertahap ke Pesantren Raudhatuh Fatehah, Plered, Bantul.  Vice President (VP) Pengendalian Operasi dan Evaluasi KA Ahmad Marzuki  menjelaskan bahwa mereka ingin meningkatkan kemampuan seluruh awak dari  sisi mental. Baik masinis, kondektur, maupun awak operasional lain.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Menurut Eko Budiyanto, Humas PT KA Daops VI, kemampuan masinis dan  awak lain sebenarnya sangat layak. Sebab, sebelum terjun ke lapangan,  mereka mendapatkan pendidikan khusus. Hanya mental mereka yang belum  tersentuh dengan baik. &#8220;Jadi, kalau terjadi human error, penyebabnya  cenderung emosi, bukan skill,&#8221; terangnya.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Anda bisa membaca berita tersebut dengan lengkap <a href="http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=145206" target="_blank">di sini.</a></span></p>
<p><span style="color:#050505;">Saya kira kiat tersebut sangat bagus, perlu dicontoh, terlebih untuk  dinas kepolisian, yang rencananya akan membeberkan hasil klarifikasi  rekening &#8216;bermasalah&#8217; milik perwiranya besok.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kembali ke masalah error mental dan etika. Lain di kantor lain di  jalanan. Di dalam kantor, kalian boleh menuduh polisi sebagai pejabat  hukum yang tidak amanah, korup, tak beretika dsb, terserah anda. Tetapi  di jalanan, polisi sebagai &#8216;pemilik hukum&#8217; menyebutkan bahwa para  pengendara sepeda motor banyak yang belum beretika.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Menurut informasi Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalu  Lintas Polda Metro Jaya, mereka (para pengendara sepeda motor yang belum  beretika), kalau belum kejadian, belum jera.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Ada beberapa pedoman etika yang diberikan oleh Polda Metro Jaya dalam  mengendarai sepeda motor, agar kejadian yang tidak menyenangkan saat  berkendara seperti kecelakaan atau mencelakai orang lain dapat  diminimalisir.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Berikut pedomannya.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">- Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#050505;">Betul, karena jiwa yang tidak sehat terbukti bisa mencelakakan orang  lain, seperti wartawan dan desainer <em>cover</em> majalah Tempo, yang  menampilkan hewan &#8216;haram&#8217; di muka umum dan mengakibatkan celaka perwira  tinggi kepolisian yang terhormat.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">- Pastikan sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama  dalam perjalanan, mulai dari tune up, ban, rem, kopling, oli, handle  gas, lampu depan, lampu rem, zign, rantai, busi, BBM,</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#050505;">tentu saja, tanpa itu semua sepeda motor tidak akan bisa melaju</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">dan surat-surat SIM serta STNK</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#050505;">Ini penting, jangan sampai motor anda mengalami nasib serupa dengan  rekening-rekening mencurigakan milik para jenderal yang terhormat itu.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">- Gunakanlah helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi  pengemudi maupun pembonceng. Memakai kacamata UV di siang hari agar  tidak silau dan pandangan mata lebih jelas. Menyangkut kemungkinan  perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket,  sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata, dan jas hujan</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#050505;">dan sebotol bensin plus korek api serta pentungan kalau sekalian  hendak meneror seseorang.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">- Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#050505;">kalau ada &#8216;muatan&#8217; berlebih, sebaiknya dimasukkan ke rekening, dan  dijaga jangan sampai gambar anda muncul di salah satu majalah sambil  menggiring celengan babi.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">-Jangan mengendarai sepeda motor di lajur yang bukan peruntukannya.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#050505;">Ini juga penting untuk melatih anda menentukan mana yang benar dan  mana yang bersalah, mana hak anda dan mana yang bukan. Tanyalah Pak  Polisi kalau Anda belum faham mengenai hal itu.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">- Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan  etika berlalu lintas.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#050505;">Kalau anda merasa sedikit ada masalah dengan etika, mungkin karena  emosi, jiwa atau mental anda terganggu. Dan anda bisa kembali ke awal  tulisan ini, yaitu membaca dan mengikuti kiat PT Kereta Api, yang  memasukkan seluruh pekerjanya ke pesantren.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Sumber : <a href="http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=145206" target="_blank">-Jawa Pos</a> dan <a href="http://politikana.com/baca/2010/07/15/Menurut%20informasi%20Traffic%20Management%20Center%20%28TMC%29%20Direktorat%20Lalu%20Lintas%20Polda%20Metro%20Jaya,%20Kamis%20%2815/7%29,%20para%20pengendara%20sepeda%20motor%20yang%20belum%20beretika,%20kalau%20belum%20kejadian,%20belum%20jera.%20Siapa%20pun%20pasti%20tidak%20akan%20pernah%20mengharapkan%20celaka.%20Lalu%20solusinya%20bagaimana?%20Tentu%20saja%20dimulai%20dari%20diri%20kita%20sendiri." target="_blank">Warta Kota</a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/politik/indonesia-politik/'>Indonesia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/politik/'>politik</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/kereta-api/'>kereta api</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/polisi/'>polisi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1636&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/16/antara-anda-kereta-api-dan-polisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pol.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pol.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pol.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curahan Hati Seorang Anggota Dewan</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/13/curahan-hati-seorang-anggota-dewan/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/13/curahan-hati-seorang-anggota-dewan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 03:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[anggota dewan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1611</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama diselimuti keresahan, akhirnya kuberanikan diri untuk menulis semua ini. Aku menyebutkan keberanian karena tulisan ini bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk diri pribadi, dan tidak lucu rasanya kalau di saat seperti ini aku masih saja menuliskan kebohongan.Aku mesti bersikap jujur. Namun seperti yang semua tahu, kejujuran, meski ditujukan pada diri sendiri sekalipun, bukanlah&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/13/curahan-hati-seorang-anggota-dewan/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1611&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anggota-dpr.jpeg"><img class="size-full wp-image-1612 alignleft" title="anggota-dpr" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anggota-dpr.jpeg?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#050505;">Setelah sekian lama diselimuti keresahan, akhirnya kuberanikan diri untuk menulis semua ini. Aku menyebutkan keberanian karena tulisan ini bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk diri pribadi, dan tidak lucu rasanya kalau di saat seperti ini aku masih saja menuliskan kebohongan.Aku mesti bersikap jujur. Namun seperti yang semua tahu, kejujuran, meski ditujukan pada diri sendiri sekalipun, bukanlah perkara mudah.  Disinilah keberanian itu berperan.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Akhirnya aku anggap surat ini hanyalah semacam pengakuan dosa. walaupun aku yakin tuhan sudah tahu semuanya, tetapi mengakui sendiri kesalahan adalah sesuatu yang berbeda. Semoga dengan melakukan ini, gundah yang selalu memberati hatiku sepanjang hari, sedikit dapat berkurang.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Pertama ijinkan aku bercerita tentang penyebab keresahanku itu</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Apa yang selama ini mereka sangkakan kepadaku dan teman-teman anggota dewan lainnya, tidaklah semuanya benar. Segala keistimewaan  memang langsung kudapatkan sejak pertama aku duduk di kursi itu. Tapi kuanggap itu suatu kewajaran mengingat posisi kami. Dan aku kurang setuju ketika semua itu diperbandingkan dengan keadaan ekonomi masyarakat. Posisi kami dengan mereka jelas berbeda. Kami memiliki tugas-tugas penting yang berhubungan langsung dengan kestabilan Negara.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Cobalah sekali-sekali tengok para pengusaha itu. Kenapa kemewahan mereka tidak kena protes. Oh, aku tahu, karena kemewahan yang kami dapat datang dari masyarakat, dan kami berkewajiban untuk mempertanggungjawabkannya.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Baiklah kalau begitu, aku akan katakan bahwa jangan kira selama ini kami tidak berjuang.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Semua tahu, negara Indonesia sedang diliputi oleh permasalahan, dan permasalahan itu begitu kompleks, datang silih berganti seperti tidak ada ujungnya. Semua itu bukan perkara gampang, segampang menggeser pantat, tetapi dibutuhkan dedikasi serta perjuangan yang keras dan tidak  sebentar.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Dua hal itulah yang sangat sulit. Selain satu hal lagi, dan kini dengan jujur kuungkapkan, dikarenakan oleh daya imajinasi kami yang sangat terbatas dalam mencari solusi. Aku sebagai manusia biasa selalu mengalami kebingungan, apa yang mesti dilakukan.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Semua mestinya faham, bagaimana pendidikan di negeri ini dalam mencetak anak-anak didiknya. Bahkan aku yang termasuk sarjana pun masih tidak tahu apa yang mesti dilakukan, apa lagi teman-teman kami yang duduk di kursi dewan yang, ini memang fakta, memakai ijazah palsu.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kondisi seperti itu juga lah yang menyebabkan banyaknya kasus penting tidak terselesaikan. Baiklah, aku akui sebagian karena kesalahan dari kami. Tetapi ketika kalian anggap kami tidak melakukan kerja apa-apa, kalian salah. Demi Tuhan beserta para Rasul aku bersumpah, aku dan teman-teman telah berusaha semaksimal mungkin. Namun, perlu kutegaskan sekali lagi, masalah yang terjadi tidak mudah, ia saling membelit satu sama lain, hingga sepertinya mustahil untuk kami menguraikan satu persatu yang ujungnya, semua tahu, akan menuju pada orang-orang penting negeri ini. Apa lah daya kami?</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kami tidaklah seperkasa yang kalian pikirkan. Undang-undang memang menempatkan kami sebagai orang-orang yang memiliki kekuasaan tinggi, tetapi apa artinya undang-undang, hanyalah mitos usang yang tercatat di atas kertas mati. Kenyataanlah yang berkuasa sesungguhnya.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Percayalah, kami berjuang untuk negeri ini. Tapi perjuangan mesti memiliki tujuan. Kami pernah menggembor-gemborkan di depan publik tujuan dan niat kami menjadi anggota dewan, yang intinya adalah membela kepentingan masyarakat. Aku masih ingat itu. Jangan disangka aku lupa. Tapi cobalah mereka yang berada di posisi kami, mereka akan tahu apa sebenarnya yang terjadi di dalam gedung wakil rakyat.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Tulisan ini bukan sedang meminta permakluman, tetapi sekadar mengungkapkan kenyataan.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Andai mereka tahu, aku sering mengalami pertentangan batin yang hebat ketika menghadapi amplop-amplop misterius yang biasa beredar di gedung tempatku bekerja, yang datang secara tiba-tiba dan entah dari mana. Pertentangan batin itu kerap membuatku hampir gila. Tapi untunglah muncul pula hal-hal yang sedikit  melegakan hatiku, yaitu ketika mengetahui darimana asal amplop-amplop tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Masyarakat anggap kami yang mengada-adakannya. Itu tidaklah benar. Amplop-amplop itu datang dengan sendirinya. Itu hanyalah -menurut istilah jawa- duit temon, yang artinya kurang lebih sama dengan  rezeki yang didapat tanpa disangka-sangka. Semua tahu, dengan sistem birokrasi yang seperti ini, kesempatan  untuk mendapatkan hal-hal seperti itu sangatlah mudah. Tapi sekali lagi itu disebabkan oleh birokrasi.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Kadang kuberpikir haruskah aku mengambil jalan yang berbeda dengan teman-teman? Namun terlintas juga pikiran bagaimana nanti reaksi teman-teman di  sana. Mereka akan memandangku dengan sinis, menganggapku sok suci, sok bersih, sok pahlawan, cari muka dsb. Kalian mestinya tahu bagaimana rasanya dikucilkan. Betapa menyakitkannya  berada pada posisi itu, seperti sakitnya hidup miskin.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Bacalah kalimat terakhir itu. Kemiskinan adalah menyakitkan. Karena aku tahu itu, maka tidak pernah sekali pun kami menginginkan kekayaan dengan mengambil jatah orang lain. Tapi ketika jatah itu datang sendirinya di depan mata, bagaimana kami bisa menolaknya? Haruskah kami menampik rezeki? seandainya aku mengambil sikap menolak, apakah negara akan berubah seketika? Tidak. Persoalan sudah terlanjur akut, tidak begitu saja selesai dengan hanya mengandalkan sikap idealisme seperti itu. Lagi pula, apalah artinya seorang ‘aku’, dibanding dengan ratusan teman-teman yang lain. Apakah dengan aku bersikap seperti itu keadaan akan berubah? Apakah tidak mungkin teman-teman yang lain akan mengeroyok atau berusaha untuk menyingkirkanku?</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Jadi akhirnya aku mendapatkan kebulatan tekad  menerima amplop itu, karena yang dibutuhkan negeri ini adalah perjuangan panjang, keras dan kolektif. Mencoba sendirian mengubah keadaan adalah konyol dan sia-sia. Penghargaan tidak di dapat, materi pun tidak dan koneksi pun lenyap. Hidup seperti apa yang akan kujalani nantinya. Menjadi orang miskin tetapi jujur? Dengan mengharapkan pujian dari masyarakat tentang kehebatanku memegang pendirian? Terlalu naïf berpikiran seperti itu. Kenyataannya, orang kaya tetap memiliki kehormatan lebih tinggi di mata siapa pun.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Sampai di sini semoga dapat dimengerti apa yang sebenarnya terjadi. Percayalah, di lubuk hatiku yang terdalam ada rasa keprihatinan ketika melihat kondisi masyarakat negeri ini, tetapi sekali lagi, apa yang mesti diperbuat? Jujur, aku seperti terjebak dalam pasir hisap. Maafkan aku Tuhan.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/politik/'>politik</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/anggota-dewan/'>anggota dewan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1611/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1611&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/13/curahan-hati-seorang-anggota-dewan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anggota-dpr.jpeg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anggota-dpr.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">anggota-dpr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anggota-dpr.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">anggota-dpr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Naikkan Pagerank Sekaligus Datangkan Ribuan Backlink Ke Blog Anda</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/10/teknik-naikkan-pagerank-ssekaligus-datangkan-ribuan-backlink-ke-blog-anda/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/10/teknik-naikkan-pagerank-ssekaligus-datangkan-ribuan-backlink-ke-blog-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 13:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[backlink]]></category>
		<category><![CDATA[pagerank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1601</guid>
		<description><![CDATA[Cara ini saya baca ketika berkunjung di blog sahabat, kemudian saya lihat widget alexa yang terpampang di sidebar blognya. Woowww…. backlinknya banyak sekali, hingga puluhan ribu. Sudah lama sebenarnya saya menemukan posting seperti ini, namun dulu saya sanksi apakah benar cara ini bisa berhasil menaikkan PR dan backlink. Setelah saya membacanya kembali dan masih kurang&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/10/teknik-naikkan-pagerank-ssekaligus-datangkan-ribuan-backlink-ke-blog-anda/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1601&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pr1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1605" title="pr" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pr1.jpg?w=640" alt=""   /></a> <span style="color:#050505;">Cara  ini saya baca ketika  berkunjung  di blog sahabat, kemudian saya lihat  widget alexa yang  terpampang di  sidebar blognya. Woowww…. backlinknya  banyak sekali,  hingga puluhan  ribu. Sudah lama sebenarnya saya menemukan  posting  seperti ini, namun  dulu saya sanksi apakah benar cara ini bisa  berhasil  menaikkan PR dan  backlink. Setelah saya membacanya kembali dan  masih  kurang yakin atas  backlink yang saya lihat di alexa-nya sayapun  kembali  agi mengunjungi  blog-blog yang telah mengikuti cara ini. Dan  ternyata  benar, blog-blog  yang menerapkan cara ini PR meningkat namun  yang  paling menonjol  adalah backlink yang dimiliki blog-blog tersebut   sungguh banyak  sekali.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Jika  kita memiliki PR yang bagus dan   backlink yang banyak, maka sangat cocok  jika kita ikut program semacam   paid reviews. Saya sungguh menyesal  tidak menerapkan cara ini sejak   dulu. Lebih baik terlambat daripada  tidak sama sekali. Karna saya ingin   memoneytizekan blog ini ke program  paid reviews.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Caranya  sangatlah gampang, anda hanya   tinggal copy link yang berada di bawah  ini dengan syaratanda harus   menghapus link pada peringkat 1 dari  daftar, lalu pindahkan yang   tadinya nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3  menjadi nomor 2, nomor 4   menjadi nomor 3, dst. Kemudian masukan link  blog anda sendiri pada   urutan paling bawah ( nomor 10). Dan silahkan  ajak teman anda untuk   mengikuti cara ini serta sebarkan cara ini ke  banyak teman-teman anda.</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#050505;"><a href="http://topsiteindo.blogspot.com/">TopSiteIndo-belajar blog</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a href="http://sandiputra21.blogspot.com/">Sandi Go Blog</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a href="http://www.ilmu-kompi.blogspot.com/">ilmu-kompi</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a href="http://alfacroon.blogspot.com/">alfacroon</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a href="http://www.trik-gue.co.cc/">Trik-Gue</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a href="http://pabrik-info.blogspot.com/">Pabrik Info</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a title="Belajar WordPress.com Dengan Screen Shot dan Bahasa Yang    Mudah Dipahami" href="http://bootingskoblog.com/">WordPress Paper’s</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a title="Tutorial lengkap seputar WordPress" href="http://bootingskoblog.wordpress.com/">bootingskoBlog</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a href="http://krisnaangga.wordpress.com/2010/07/01/">krisnaangga</a></span></li>
<li><span style="color:#050505;"><a href="http://miftahrahman.wordpress.com/" target="_blank">Kabul goBlog</a><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pr.jpg"><br />
</a></span></li>
</ol>
<p><span style="color:#050505;"><strong>Keterangan:</strong> Jika  anda  mampu mengajak lima orang  saja untuk mengcopy artikel ini maka  jumlah  backlink yang akan didapat  adalah:</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 10, jumlah backlink = 1</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 9, jumlah backlink = 5</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 8, jumlah backlink = 25</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 7, jumlah backlink = 125</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 6, jumlah backlink = 625</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 5, jumlah backlink = 3,125</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 4, jumlah backlink =15,625</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 3, jumlah backlink = 78,125</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 2, jumlah backlink = 390,625</span></li>
<li><span style="color:#050505;">Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#050505;">Dan  nama dari alamat blog dapat   dimasukan kata kunci yang anda inginkan  yang juga dapat menarik   perhatian untuk segera diklik. Dari sisi SEO  anda sudah mendapatkan   1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika  pengunjung downline   mengklik link anda maka anda juga mendapat traffic  tambahan.</span></p>
<p><span style="color:#050505;">Saya  sarankan anda mencoba cara ini dan   silakan copy sebarkan artikel ini ke  teman-teman anda. Hilangkan link   nomor 1 dan masukan alamat blog anda  pada nomor 10. Buktikan sendiri   hasilnya setelah itu baru kementar.</span></p>
<p><span style="color:#050505;"><strong>Peringatan:</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#050505;">Artikel ini harus permanen  selamanya di  blog anda, anda  tidak boleh menghapusnya.</span></p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/blog/'>blog</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/backlink/'>backlink</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/pagerank/'>pagerank</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1601/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1601&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/10/teknik-naikkan-pagerank-ssekaligus-datangkan-ribuan-backlink-ke-blog-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pr1.jpg?w=128" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pr1.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">pr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/pr1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bromo, Gunung Terbaik III di Dunia</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/bromo-gunung-terbaik-iii-di-dunia/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/bromo-gunung-terbaik-iii-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 16:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bromo]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1570</guid>
		<description><![CDATA[Wisata Alam Yang Luar Biasa Indah Indonesia terbukti masih merupakan mutu manikam katulistiwa di Dunia. Gunung Bromo, gunung yang terletak di Probolinggo, Jawa Timur berhasil masuk tiga besar gunung terbaik di dunia bagi para pendaki. Pengakuan dunia itu memang tidak bisa dipungkiri. Karena, memang keindahan Bromo adalah karunia Pencipta yang indah luar biasa. Mungkin saja&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/bromo-gunung-terbaik-iii-di-dunia/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1570&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Wisata Alam Yang Luar Biasa Indah</h3>
<h3><img src="http://masahur.files.wordpress.com/2010/01/bromo1.jpg?w=337&#038;h=253&#038;h=253" alt="" width="337" height="253" /></h3>
<p><strong>Indonesia terbukti masih merupakan mutu manikam katulistiwa  di Dunia. Gunung Bromo, gunung yang terletak di Probolinggo, Jawa Timur  berhasil masuk tiga besar gunung terbaik di dunia bagi para pendaki.  Pengakuan dunia itu memang tidak bisa dipungkiri. Karena, memang  keindahan Bromo adalah karunia Pencipta yang indah luar biasa. Mungkin  saja anda adalah salah satu masyarakat Indonesia yang paling menyesal,  bila sampai akhir hayat belum pernah melihat keindahan fantastis Gunung  Bromo.</strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Seperti dari situs www.lonelyplanet.com, Rabu (28/4/2010), Gunung  Bromo bahkan mengungguli beberapa gunung terkenal di dunia lainnya  seperti Gunung Fuji di Jepang, Gunung Sinai di Mesir dan Jabal Toubkal  di Maroko.Berikut data tiga besar gunung di dunia yang layak untuk  didaki seperti dimuat di situs yang berkantor pusat di Rusia tersebut  Gunung Elbrus, Gunung Olympus di Yunani dan bromo.. Sementara 7 gunung  lainnya yang masuk 10 besar gunung terbaik di dunia yang layak untuk  didaki adalah Jebel Toubkal di Maroko, Gunung Matterhorn di Switzerland,  Gunung Table di Afrika Selatan, Gunung Ben Nevis di Skotlandia, Gunung  Sinai di Mesir, Gunung Fuji di Jepang, dan Gunung Half Dome di Amerika  Serikat.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Gunung Elbrus, Rusia, merupakan bagian dari Pegunungan Alpen di  Eropa. Gunung ini merupakan salah satu gunung tertinggi di Eropa yang  memiliki ketinggian 5.642 meter. Terindah kedua adalah Gunung Olympus,  Yunani. Gunung ini dikenal sebagai tempat para dewa bersemayam. Ini  adalah gunung tertinggi di Yunani dengan ketinggian mencapai 2.918  meter.</span></p>
<p><strong>Gunung Bromo, Indonesia</strong></p>
<p><img src="http://septarius.files.wordpress.com/2008/08/bromo2.jpg?w=278&#038;h=177&#038;h=177" alt="" width="278" height="177" /></p>
<p><span style="color:#000000;">Gunung Bromo nan eksotik muncul dari lembah Pegunungan Tengger. Bromo  adalah salah satu dari tiga puncak gunung berapi di Jawa Timur. Gunung  Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang  Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling  terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek  wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung  berapi yang masih aktif.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu  berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan,  Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan  antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar  10 kilometer persegi.</span></p>
<p><img src="http://yosuaonesimus.files.wordpress.com/2009/11/gunung-bromo.jpg?w=294&#038;h=278&#038;h=278" alt="" width="294" height="278" /></p>
<p>Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter  (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah  bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.</p>
<p>Rute termudah dan paling populer untuk melakukan pendakian di Bromo  adalah dari Cemoro Lawang yang bisa diakses dari Kota Probolinggo. Untuk  mencapai puncak Bromo, harus melewati kawah pasir terlebih dahulu.  Cukup melakukan pendakian selama satu jam saja, Anda sudah bisa mencapai  puncak Bromo.</p>
<p>Dari puncak Bromo, Anda bisa menikmati pemandangan indah, seperti  kawah panas dan Gunung Semeru yang masih dalam satu rangkaian dengan  Gunung Bromo. Seperti gunung-gunung di seluruh dunia pada umumnya, waktu  yang paling disukai untuk mencapai puncak Bromo adalah saat matahari  terbit.</p>
<p>Sunan Gunung Djati-Tengger merupakan komunitas masyarakat yang  mayoritas beragama Hindu. Hindu sudah datang ke wilayah ini jauh sebelum  Islam datang. Sehingga tidak benar kalau komunitas Hindu Tengger  merupakan pelarian dari kerajaan Demak yang ditundukan Islam.<br />
Sampai tahun 2007 jumlah penganut Hindu di sini mencapai 99%. Mereka  menyembah dewa Brahma yang sering disebut penduduk dengan dewa Brohmo  yang menjadi nama gunung di wilayah ini.</p>
<p>Pelukis manapun takkan bisa menyaingi kesempurnaan alam yang ada di  sana. Untuk menuju kawah bromo sebelumnya harus melewati lautan pasir  yang diselimuti udara dingin. Lautan pasir yang terbentang mengelilingi  gunung bromo dan gunung batok sangat unik dan cantik. Jarak lautan pasir  dari tempat pemberhentian jip ke pura yang di tuju sekitar 300 meter.</p>
<p>Sebuah pura artistic terletak di kaki kawah bromo menambah suasana  religious semakin terasa. Pura itu memiliki dua gerbang. Gerbang pertama  terletak dibagian terluar dengan bentuk khas pura pada umumnya. Bentuk  gerbang ini banyak juga saya temukan di depan pemukiman penduduk  Tengger. Selanjutnya menuju gerbang ke dua yang terdiri dari 3 gerbang  dengan bentuk seperti candi. Gerbang ini berpintu merah dan kuning.  Gerbang yang paling besar terletak ditengah. Saya pikir kami akan  melewati gerbang tersebut. Ternyata sang pemangku mengajak melewati  jalan masuk lain yang terdapat disebelah kanan ketiga gerbang tersebut.  Mungkin gerbang ini dipakai dalam ritual yang resmi.<br />
Ketika memasuki pura terlebih dahulu di perciki air suci oleh pemangku  agar fikiran menjadi bersih. Setelah sebelumnya harus ditanyakan apakah  ada yang ditinggalkan wafat keluarga baru-baru ini dan tidak sedang  haid? Karena orang dengan kedua kondisi tersebut, tidak diizinkan  memasuki pura lebih dalam lagi. Di dalam pura pemangku memandu doa di  depan sesajen yang disimpan dalam sebuah tempat seperti miniatur rumah  (saung kecil). Saung kecil tersebut dihias kain kuning dikeempat  sisinya. Sesajian buah pisang segar, dupa serta kemenyan dan berbagai  peralatan ritual lainnya di tata di depan saung tersebut.</p>
<p>Tepat 5 meter di depan saung sesaji tadi ada tempat seperti altar  yang diapit dua patung. Entah itu patung apa namun seperti nya itu  patung seorang dewi. Jalan ditengah menjuju altar terdapat tangga yang  berjumlah 8 buah. Tangga tersebut memiliki pegangan patung naga yang  sangat panjang. Tubuh naga ini mengelilingi seluruh altar yang mirip  panggung pentas. Tidak bisa memasukinya karena dipagari bamboo. Beberapa  patung juga menghiasi bagian dalam pura. Setelah ritual di pura  selesai, langkah yang dituju adalah kawah bromo dengan menaiki kuda.  Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di tangga menuju kawah  Bromo. Kuda yang dinaiki berjalan dengan pelan karena dituntun  pemiliknya. Jalan yang dilalui sangat mendaki dan bergelombang. Jalan  mendaki dengan bukit pasir agak menyulitkan buat yang tidak terbiasa  menaiki kuda. Tapi semangat untuk dapat sampai ke kawah Bromo mengatasi  hal ini. Setelah turun dari kuda, harus menaiki 253 tangga menuju puncak  Bromo. Waktu yang diperlukan sekitar 10 menit.</p>
<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/dsc_0854.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1583" title="dsc_0854" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/dsc_0854.jpg?w=640" alt=""   /></a>Sesampainya di kawah Bromo, tampak pemandangan yang mirip dengan  fenomena alam gunung tangkuban parahu. Yaitu kawah yang menghasilkan  asap karena aktifitas gunung berapi. Hanya bedanya kawah Bromo lebih  sempit dan terfokus di satu titik, tidak seperti tangkuban parahu. Di  puncak gunung Bromo ini lukisan alam begitu menakjubkan kami saksikan.  Pura terlihat kecil dan persegi panjang. Di sebelah kiri gunung Bromo,  gunung Batok berdiri dengan gagahnya. Suhu yang dingin membuat betah  berlama-lama menyaksikan pemandangan yang luar biasa ini. Suhu Bromo  tidak sedingin tangkuban parahu hanya terasa dingin sejuk.</p>
<p>Kawasan wisata Gunung Bromo yang meliputi wilayah Kabupaten Pasuruan  dan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ditutup total sepanjang Hari Raya  Nyepi. Kepala Desa Wonokitri, Wartono yang ditemui, saat hari raya  Nyepi, mulai pukul 00.00 dini hari, pintu gerbang Desa Wonokitri yang  juga merupakan pintu gerbang kawasan wisata Gunung Bromo lewat Kabupaten  Pasuruan akan ditutup total. Tindakan itu dilakukan agar umat Hindu  suku Tengger di kawasan Gunung Bromo bisa melaksanakan Yoga Samadhi Hari  Suci Nyepi dengan baik</p>
<p><strong>Sejarah letusan</strong></p>
<p><img src="http://syadera.files.wordpress.com/2008/11/bromowithsmokingsemeru1.jpg?w=310&#038;h=199&#038;h=199" alt="" width="310" height="199" /></p>
<p>Selama abad ke-20, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu  meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30  tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir  terjadi pada 2004.</p>
<p>Sejarah letusan Bromo: 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972,  1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921,  1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890,  1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865,  1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830,  1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.</p>
<p>Bromo sedang aktif di awal abad ke-20.</p>
<p><strong>Bromo sebagai gunung suci</strong></p>
<p>Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya  sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan  upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura  yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak  gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap  bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh)  menurut penanggalan Jawa</p>
<h2>The  Fantastic Bromo Mountain</h2>
<p>﻿<a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/bromo-gunung-terbaik-iii-di-dunia/#gallery-2-slideshow">Click to view slideshow.</a></p>
<p><em>Ditulis kembali dari </em><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/" target="_blank">KORAN ANAK  INDONESIA</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/'>budaya</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/indonesia-budaya/'>Indonesia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/budaya/wisata/'>wisata</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/bromo/'>bromo</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/tengger/'>tengger</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/wisata/'>wisata</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1570&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/bromo-gunung-terbaik-iii-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/dsc_0854.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/dsc_0854.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">dsc_0854</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://masahur.files.wordpress.com/2010/01/bromo1.jpg?w=337&#38;h=253" medium="image" />

		<media:content url="http://septarius.files.wordpress.com/2008/08/bromo2.jpg?w=278&#38;h=177" medium="image" />

		<media:content url="http://yosuaonesimus.files.wordpress.com/2009/11/gunung-bromo.jpg?w=294&#38;h=278" medium="image" />

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/dsc_0854.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc_0854</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syadera.files.wordpress.com/2008/11/bromowithsmokingsemeru1.jpg?w=310&#38;h=199" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Des Boy</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/des-boy/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/des-boy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 18:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak jalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1560</guid>
		<description><![CDATA[Dari seorang pencopet, ia menjadi pemberi. Kisah ini saya baca di Jurnal Perempuan edisi 11 Juni 2010. Kisah yang membuka kesadaran bahwa memang masih ada keajaiban di dunia yang serba rasional ini. Keajaiban di sini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba, istilah lain &#8216;kun fayakun&#8217;, tetapi sesuatu yang langka. Di saat, kita tahu, dunia diisi&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/des-boy/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1560&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anakl.jpg"><br />
</a><strong><span style="color:#020202;"><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/buku.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1564" title="buku" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/buku.jpg?w=640" alt=""   /></a>Dari seorang pencopet, ia menjadi pemberi.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Kisah ini saya baca di Jurnal Perempuan edisi 11 Juni 2010. Kisah yang membuka kesadaran bahwa memang masih ada keajaiban di dunia yang serba rasional ini. Keajaiban di sini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba, istilah lain &#8216;kun fayakun&#8217;, tetapi sesuatu yang langka.<br />
Di saat, kita tahu, dunia diisi dengan individualistik dan kepentingan-kepentingan yang serba sesaat, kisah itu datang bagai dongeng kanak-kanak, dan kita terperangah karena memang itu nyata.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Berawal dari sebuah tempat kumuh, Des Boy -bersama seorang teman- memulai perjuangannya. Ia  &#8217;meyulap&#8217; kontrakan sederhana miliknya menjadi tempat yang menyimpan hal-hal yang tidak bisa lagi disebut sederhana. Anak-anak jalanan dari seusia TK hingga SMU, secara bergantian belajar mata pelajaran sekolah dari matematika, bahasa Indonesia, sejarah, dsb di tempat itu. Sementara di sore hingga malam hari, khusus pelajaran teater, musik dan ketrampilan di kontrakan itu. Bukan hanya itu saja, mereka pun dikenalkan dengan istilah Hak Asasi.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">&#8220;Agar mereka tau tentang HAM, hak mereka sebagai anak-anak, soalnya kalau di sekolahan kan ga diajarin&#8221; Kata Des Boy.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Saya bayangkan, Des Boy duduk di depan anak-anak jalanan yang ia ajar, menatapi wajah mereka dan mendapati bayangan masa lalunya tersirat di wajah anak-anak itu. Sebagian dari mereka harus mencuri untuk bisa bertahan hidup, seperti halnya Des Boy dulu. Mereka dan dirinya adalah sama. Mungkin dari kesamaan dirinya dengan mereka itulah maka kemudian ia tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anak jalanan. Hak asasi dan harapan. Ya, anugerah Tuhan kepada setiap manusia, namun seolah tereduksi menjadi milik individu tertentu saja. Dan mungkin karena itu pula lah ia menamakan sekolah yang didirikannya Sanggar Anak Harapan.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Apa yang diusahakan oleh Des Boy dan temannya itu bukan tanpa tantangan. Orang-orang tua mereka mencurigai sanggar yang dibentuknya hanya sekedar mencari uang. Sejak masuk sanggar, anak-anak itu tidak lagi pernah membawa hasil copetannya. Orang-orang tua itu menanggap kegiatan sanggar adalah percuma.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Namun meski begitu, Des boy terus melangkah, melakukan apa yang diyakininya benar karena dari awal ia bergerak atas kesadaran diri, bukan oleh program kelompok atau organisasi, bukan pula atas dorongan orang lain apa lagi materi.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Seiring dengan berjalannya waktu, Des Boy, yang memiliki nama asli Leni Desina, berhasil  membangun kerja sama dengan Universitas Binus (Bina Nusantara) dalam menyelenggarakan pendidikan paket A, B dan C dengan harapan, anak-anak yang putus sekolah bisa memperoleh ijazah sekolah formal sehingga mendapat masa depan yang lebih baik. Tidak hanya bekerja sama dengan Universitas Binus, Des Boy, dengan bantuan seorang teman, mampu menjajaki kerjasama dengan Yayasan Anak Cinta Bangsa untuk penyediaan buku, dan pengajaran Bahasa Inggris serta Komputer.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Kini, di antara kumuhnya ruang kontrakan, muncul hal baru -walaupun kurang tepat menyebutnya &#8216;baru&#8217; karena hal tersebut telah ada hanya saja mengendap di kedalaman jiwa, yaitu harapan, terselip di antara buku-buku, gitar ukulele rapuh atau tutup botol minuman dan senyum yang memperlihatkan gigi-gigi kotor anak-anak jalanan.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Des boy, Seorang yang dulunya pencuri, kini menjadi pemberi, dan tanpa pamrih. Di tengah dunia serba materialistis, ia datang menanamkan mimpi dan masa depan, walaupun ia tahu bukan dia yang merasakannya nanti tetapi anak-anak didiknya itu.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Sampai di paragraf terakhir ini, mungkin kita masih menganggap kisah ini sebagai khayalan, karena kita tahu, keajaiban dan heroisme hanya ada dalam sebuah dunia yang sangat jauh dan tak terjangkau akal, dunia dongeng.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#020202;">Sumber : <a href="http://www.jurnalperempuan.com/index.php/jpo/comments/sanggar_anak_harapan_menyemai_mimpi_menggapai_cita/" target="_blank">Di sini</a></span></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/pendidikan/'>pendidikan</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/anak-jalanan/'>anak jalanan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1560&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/des-boy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/buku.jpg?w=127" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/buku.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">buku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/buku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Adalah Seekor Anjing</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/aku-adalah-seekor-anjing/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/aku-adalah-seekor-anjing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 18:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana yang bisa kalian katakan tanpa ragu, kawan-kawanku tersayang, gigi-gigiku panjang dan ujungnya runcing dan nyaris tidak muat di mulutku. Aku tahu hal ini memberiku  penampilan yang menyeramkan, tetapi menyenangkanku. Mengetahui ukuran gigiku, seorang tukang  jagal pernah berkata dengan berani, &#8220;Ya Tuhan, itu sama sekali bukan  anjing, itu adalah seekor celeng!&#8221; Aku menggigit kakinya dengan&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/aku-adalah-seekor-anjing/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1550&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anjing.jpg"><img title="anjing" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anjing.jpg?w=225&#038;h=225" alt="" width="225" height="225" /></a></strong><span style="color:#000000;">Sebagaimana yang bisa kalian katakan tanpa ragu, kawan-kawanku  tersayang, gigi-gigiku panjang dan ujungnya runcing dan nyaris tidak  muat di mulutku. Aku tahu hal ini memberiku  penampilan yang  menyeramkan, tetapi menyenangkanku. Mengetahui ukuran gigiku, seorang  tukang  jagal pernah berkata dengan berani, &#8220;Ya Tuhan, itu sama sekali  bukan  anjing, itu adalah seekor celeng!&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku menggigit kakinya dengan amat keras hingga gigi-gigiku terhunjam  sangat dalam menembus dagingnya yang gempal hingga ke tulangnya yang  keras. Bagi seekor anjing, kalian tahu, tidak ada yang bisa lebih  memuaskan selain membenamkan gigi ke tubuh musuh yang malang untuk  memuaskan sebuah kemarahan naluriah. Saat kesempatan itu hadir, yakni  ketika korbanku yang memang patut kugigit dengan bodoh dan tanpa sadar  melewatiku, gigi-gigiku terasa sakit dan ngilu menantikannya, kepalaku  berputar dengan kerinduan yang bahkan tanpa arti, lalu aku menggeram dan  bulu-buluku meremang.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku adalah seekor anjing, dan karena kalian para manusia adalah  binatang-binatang yang kurang rasional daripada aku, kalian katakan  saja pada diri kalian, &#8220;Anjing-anjing tidak berbicara!&#8221; Namun, kalian  sepertinya memercayai sebuah kisah dimana mayat-mayat bisa bicara dan  tokoh-tokoh menggunakan rangkaian kata-kata yang tidak mungkin bisa  mereka mengerti. Anjing-anjing bisa berbicara tetapi hanya pada mereka  yang tahu bagaimana mendengarkannya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada zaman dahulu kala, di sebuah negeri yang jauh, seorang ulama  dari sebuah kota pedalaman tiba di salah satu masjid terbesar di ibu  kota. Baiklah, sebut saja itu Masjid Bayazid. Selayaknya kita  menyembunyikan namanya, jadi mari kita anggap saja ulama ini sebagai  Husret Hoja. Tetapi mengapa aku harus menutup-nutupi hal lain lagi:  laki-laki ini adalah seorang ulama bodoh. Ia mengarang-ngarang  kemajuan intelektualnya dengan kekuatan lidahnya. Setiap Jum&#8217;at, ia  begitu asyik dengan jamaahnya. Ia membuat mereka menangis, sehingga  beberapa di antaranya akan meratap-ratap hingga pingsan atau kelelahan  dan lemas.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jangan salah sangka, tidak seperti ulama lainnya yang dianugerahi  kemampuan berdakwah, ia sendiri tidak menangis. Sebaliknya, saat para  jamaahnya menangis, ia semakin bersemangat menyampaikan ceramahnya tanpa  berkedip sedetik pun, seolah-olah sedang menghukum mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Baiklah, laki-laki ini memang sama sekali bukan anjing, tidak, ia  adalah seorang manusia -yang harus bersikap buruk untuk menjadi manusia-  dan di hadapan khalayak yang terpesona, ia kehilangan dirinya sendiri. Ketika  ia menyaksikan kerumunan orang yang membeo padanya, itu sama sekali  menyenangkannya dengan membuat mereka menangis. Saat ia paham bahwa ada  lebih banyak roti yang bisa dibuat dalam garapan baru ini, ia terus  maju dan berani berkata sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Satu-satunya alasan kenaikan harga-harga, mewabahnya penyakit  dan kekalahan militer, ada pada kealpaan kita terhadap Isalam di masa  nabi besar kita dan kita jadi terhanyut dalam kepalsuan. Apakah kisah  kelahiran Nabi kita dibacakan untuk mengenang hari wafatnya pada zaman  dahuulu? Apakah perayaan hari keempat puluh dilaksanakan? Ketika Nabi  Muhammad masih hidup, apakah Alqur&#8217;an yang mulia dibacakan dengan  sedemikian merdunya seperti sebuah lagu? Apakah para jamaah dipanggil  dengan  suara kencang dan dengan riang gembira untuk menunjukkan betapa  dekatnya seorang Arab dengan Arab lainnya? Apakah pernah ada azan  dikumandangkan dengan malu-malu, dengan kelembutan seorang laki-laki  yang menyerupai perempuan?</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Hari ini, orang-orang meratap-ratap di depan nisan kubur,  memohon penebusan dosa. Mereka berdoa dengan keterlibatan mereka yang  sudah mati atas nama diri mereka. Mereka menziarahi kuburan orang-orang  suci dan memuja makam bagaikan orang tak beragama di depan bongkahan  batu.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Adakah anggota tarekat sufi yang menyebarkan keakinan mereka di  zaman Muhammad? Ibnu Arabi, guru dari tarekat-tarekat ini, telah berdosa  dengan bersumpah bahwa fir&#8217;aun yang kafir itu mati sebagai seorang  mukmin. Orang-orang sufi ini, dan mereka yang menyanyikan Al Qur&#8217;an  dengan iringan musik, atau membolehkan tarian dengan anak-anak remaja,  dengan berkata bahwa &#8216;Kita toh sembahyang juga, bukan?&#8217; semuanya adalah  kafir. Pondok-pondok para sufi harus dihancurkan, fondasinya harus  dibongkar dan tanah yang terkumpul harus dibuang ke laut. Hanya setelah  itulah salat wajib bisa dilakukan lagi di sana.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Oh jamaahku yang taat! Minum kopi adalah sebuah dosa besar! Nabi  besar kita tidak minum kopi karena beliau tahu kopi akan menumpulkan  kecerdasan, mengakibatkan bisul, hernia dan kemandulan. Beliau paham  bahwa kopi tak lain adalah perangkap iblis. Kedai-kedai kopi adalah  tempat para pencari kenikmatan yang kaya raya, duduk beradu lutut,  melibatkan diri dalam perilaku-perilaku kasar.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Para lelaki membiasakan diri mengunjungi tempat-tempat ini,  terpikat oleh kopi dan kehilangan kendali mental mereka hingga ke titik  dimana mereka mendengarkan dan memercayai apa yang dikatakan oleh anjing  dan anjing buduk.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Mereka yang mengutukku dan agama kita adalah anjing-anjing buduk  yang sesungguhnya.&#8221;</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan izin kalian, aku ingin menanggapi komentar terakhir yang dikeluarkan ulama agung ini. Tentu saja sudah menjadi rahasia umum bahwa  para haji, ulama dan pendakwah memandang rendah terhadap anjing.  Menurut pendapatku, seluruh persoalan ini berkaitan dengan Nabi  Muhammad, semoga kedamaian dan rahmat Tuhan menyertai beliau, yang  memilih merobek kain jubahnya yang sedang ditiduri seekor kucing  daripada membangunkan binatang itu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan menunjukkankasih sayang pada seekor kucing yang tanpa sengaja  tidak dilakukan pada kami para anjing, dan berdasarkan pertikaian abadi  kami dengan hewan ini, yang oleh manusia paling tolol sekalipun dilihat  sebagai perbuatan tak tahu terima kasih, orang-orang menyimpulkan bahwa  nabi sendiri tidak menyukai anjing. Mereka percaya kami akan mengotori  mereka yang telah wudu, dan akibat kekeliruan dan keyakinan yang semu  ini kami dilarang masuk masjid selama berabad-abad dan kami <a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anjing.jpg"><br />
</a>didera  pukulan-pukulan di halaman masjid oleh sapu gagang penjaga Masjid.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Izinkan aku mengingatkan kalian tentang &#8220;Al Kahfi&#8221;, surah paling  indah dalam Al Qur&#8217;an. Aku mengingatkan kalian bukan karena aku curiga  ada banyak orang yang tidak pernah membaca Al Qur&#8217;an di antara kita,  melainkan karena aku sekadar ingin mengembalikan ingatan kalian.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Surah ini menceritakan kisah tujuh pemuda yang lelah karena harus  hidup diantara orang-orang yang tak beragama, dan akhirnya mereka  mengungsi ke dalam gua, dimana mereka tertidur nyenyak dalam waktu lama,  selama 309 tahun.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan izinkan aku mengingatkan kalian ayat ke 18 surah ini yang  menyebutkan tentang seekor anjing yang beristirahat di mulut gua tempat  ketujuh pemuda itu tertidur. Jelas sekali, siapa saja akan merasa bangga  disebutkan dalam Al Qur&#8217;an. Sebagai seekor anjing, aku bangga pada  surah ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka apakah alas an sesungguhnya atas rasa jijik terhadap anjing?  Mengapa kalian begitu kukuh berpendapat bahwa anjing itu najis, dan  kalian membersihkan serta menyucikan rumah kalian dari atas hingga  bawah jika seekor anjing tak sengaja memasukinya? Mengapa kalian  meyakini bahwa mereka yang tersentuh oleh kami akan batal wudunya? Jika  jubah kalian bergesekan dengan bulu kami, mengapa kalian tetap harus  mencucui kain itu tujuh kali seperti seorang perempuan kalap?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku adalah seekor anjing. Jika mereka berniat memperlakukan anjing sebagai musuh dan menjadikan kami kaum kafir, maka biarlah aku ingatkan mereka bahwa menjadi musuh bagi anjing dan menjadi kafir adalah sesuatu yang sama.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ditulis kembali dari My Name is Red karya Orhan Pamuk</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/agama/'>agama</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/filsafat/'>filsafat</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/anjing/'>anjing</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1550&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/07/04/aku-adalah-seekor-anjing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anjing.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anjing.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">anjing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/07/anjing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anjing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manguji Kelihaian Mengetik</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/04/04/manguji-kelihaian-mengetik/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/04/04/manguji-kelihaian-mengetik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 16:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[mengetik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1467</guid>
		<description><![CDATA[Kadang-kadang memang menjengkelkan ketika kita hendak menuliskan ide-ide di dalam pikiran tetapi kecepatan jari-jari kita selalu terlambat dalam merespon. Untuk menanggulangi ini, ada satu latihan yang cukup menarik yang bisa meningkatkan kecepatan mengetik kita. Latihan ini sangat penting bagi seorang penulis atau minimal memiliki hobi menulis. Latihan itu bisa dilihat di sini. Filed under: pendidikan&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/04/04/manguji-kelihaian-mengetik/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1467&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/04/speedtest_logo.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1468" title="speedtest_logo" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/04/speedtest_logo.png?w=640" alt=""   /></a>Kadang-kadang memang menjengkelkan ketika kita hendak menuliskan ide-ide di dalam pikiran tetapi kecepatan jari-jari kita selalu terlambat dalam merespon.<br />
Untuk menanggulangi ini, ada satu latihan yang cukup menarik yang bisa meningkatkan kecepatan mengetik kita. Latihan ini sangat penting bagi seorang penulis atau minimal memiliki hobi menulis.</p>
<p>Latihan itu bisa dilihat <a href="http://speedtest.10-fast-fingers.com/" target="_blank">di sini.</a><a href="http://speedtest.10-fast-fingers.com/" target="_blank"></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/pendidikan/'>pendidikan</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/mengetik/'>mengetik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1467&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/04/04/manguji-kelihaian-mengetik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/04/speedtest_logo.png" medium="image">
			<media:title type="html">speedtest_logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Yerusalem</title>
		<link>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/03/30/di-yerusalem/</link>
		<comments>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/03/30/di-yerusalem/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 13:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kabul RKM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Hegel]]></category>
		<category><![CDATA[Marx]]></category>
		<category><![CDATA[Yerusalem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miftahrahman.wordpress.com/?p=1292</guid>
		<description><![CDATA[Di Yerusalem, justru di Yerusalem, percayakah orang bahwa manusia itu diciptakan dari Ruh yang satu? Bahwa agama-agama dengan Tuhan-Yang-Tunggal, yang menegaskan jejak mereka yang cemas dan keras beratus-ratus tahun di kota itu, sungguh-sungguh yakin bahwa manusia—yang diharapkan menyembah Khalik yang sama—dianggap bisa berbagi keluhan tentang ketidakadilan?Memang agak ganjil dan mungkin menyedihkan, bahwa di Yerusalem, justru&#160;&#8230; <a href="http://miftahrahman.wordpress.com/2010/03/30/di-yerusalem/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1292&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><a href="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/03/sack_of_jerusalem.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1295" title="Sack_of_jerusalem" src="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/03/sack_of_jerusalem.jpg?w=640" alt=""   /></a><span style="color:#101010;">Di Yerusalem, justru di Yerusalem, percayakah orang bahwa manusia itu diciptakan dari Ruh yang satu? Bahwa agama-agama dengan Tuhan-Yang-Tunggal, yang menegaskan jejak mereka yang cemas dan keras beratus-ratus tah</span><span style="color:#101010;">un di kota itu, sungguh-sungguh yakin bahwa manusia—yang diharapkan menyembah Khalik yang sama—<span id="more-1292"></span></span><span style="color:#101010;">dianggap bisa berbagi keluhan tentang ketidakadilan?Memang agak ganjil dan mungkin menyedihkan, bahwa di Yerusalem, justru di Yerusalem, kita bertanya bisakah manusia bersepakat menolak kesewenang-wenangan—dan bisakah kita berbicara tentang manusia sebagai ”sesama”.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Hari-hari ini, Israel membangun permukiman untuk warga Israel yang Yahudi di Yerusalem Timur, merebut hak orang Palestina dan melanggar kesepakatan yang diakui dunia. Hari-hari ini, di Yerusalem tampaknya tak berlaku pertanyaan apa pun yang membuat ragu—dan pintu ditutup bagi gugatan dari luar gerbang. Hampir seluruh negeri di dunia, termasuk Amerika Serikat, menganggap tindakan itu sewenang-wenang, tapi tampaknya bagi para pemimpin Israel, apa yang sewenang-wenang bagi orang lain tak berlaku buat mereka. ”Kami adalah kami—apa mau dikata.”</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Perang agaknya telah demikian membekas dalam pemikiran seperti itu—perang yang menghendaki pihak ”sana” hancur atau bisu. Israel, merasa terkepung dan terancam sejak lahir, menyerang dan menduduki wilayah orang sejak mula, dan bersikap bahwa perdamaian harus dicapai dengan kemenangan posisi, telah jadi sesuatu yang bukan hanya sebuah negeri. Israel adalah sebuah pasukan tempur. Ia siaga terus-menerus—dan umumnya tak pernah kalah.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Tapi bagi sikap yang demikian, antagonisme dan perbedaan adalah awal dan akhir dalam kehidupan. Manusia tak dianggap satu, tak pernah dan tak akan ada ”sesama”. Jika ada percakapan, yang terjadi monolog yang berganti-ganti atau bertabrakan. Tak diperlukan kesepakatan. Sebab tak ada nilai-nilai yang dihayati bersama. Yang diperlukan hanyalah persetujuan—dan itu diperoleh dengan memaksa dan membungkam pihak yang lain.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Pola perhubungan internasional seperti inikah yang akan menentukan selamanya?</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Pernah abad ke-20 dibentuk oleh perpecahan yang seakan-akan kekal, setelah dua perang besar meletus dan perang dunia ketiga yang lebih mengerikan mengancam. Tapi pernah abad ke-20 juga menyaksikan perdamaian-perdamaian besar, terutama setelah ”Perang Dingin” berakhir tanpa diumumkan. Pernah para pemikir menganggap hidup adalah perbedaan. Tapi pernah mereka mulai menganggap bahwa optimisme Hegel benar.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Dalam optimisme ini, putik akan digantikan kembang, kembang akan digantikan buah—seakan-akan yang pertama ditampik yang kedua, dan seakan-akan yang kedua (bunga dan kemudian buah) tampil sebagai wakil paling benar dari sang tanaman. Namun, kata Hegel dalam kalimat yang terkenal, sifat mereka yang cair akan menjadikan mereka hanya sekadar momen-momen dari ”sebuah kesatuan organis”. Mereka berkonflik, tapi yang satu merupakan keniscayaan yang lain, dan keduanya bersama-sama membentuk hidup keseluruhan.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Demikianlah Hegel berbicara tentang dialektik: putik sebagai tesis akan mendapatkan bunga sebagai antitesis, dan dari oposisi itu akan ada buah, sebagai hasil ”tempuk-junjung” (Aufhebung). Dengan kata lain, dalam sejarah ada saat-saat yang bersengketa, tapi kemudian akan ada rekonsiliasi. Bahkan antara Sang Paduka yang menaklukkan dan Sang Takluk yang kalah, hubungan tak putus: pada akhirnya hanya ketika Sang Takluk menyatakan kesadaran dirinya, Sang Paduka akan mendapatkan pengakuan. Pembebasan terjadi ketika pembebasan itu tak hanya untuk diri sendiri.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Tapi Hegel hidup di abad ke-19, sebelum Marx, dan jauh sebelum konflik Timur Tengah berjangkit berpuluh tahun tanpa disusul sesuatu yang positif. Di abad ke-21, optimisme Hegelian berhenti. Justru di Yerusalem.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Mungkin kita memang tak boleh percaya kepada cara memandang sejarah seakan-akan membaca riwayat hidup tumbuh-tumbuhan. Sejarah terdiri atas yang tak bisa diperhitungkan. Dialektika terlalu sederhana untuk menafsirkannya.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Maka di zaman pasca-Hegel, keyakinan akan terjadinya ”tempuk-junjung”—konflik yang kemudian melahirkan sesuatu yang lebih terjunjung—digantikan dengan perspektif lain: bahwa dalam hidup, perbedaan tak akan berhenti.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Tapi dengan ”doktrin” itu orang bisa menghalalkan perang, penindasan, dan kesewenang-wenangan dengan mengatakan: ”Kami adalah kami, apa mau dikata.”</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Walhasil, tak ada titik Archmides yang bisa dipergunakan sebagai titik bertolak untuk menilai. Orang-orang Palestina berteriak, sakit dan terhina. Sebentar lagi kekerasan akan meletus, namun yang memilih pihak tak tahu lagi bagaimana menjelaskan pilihan itu kepada orang lain yang berbeda.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Saya ingat, ketika Hitler menyerbu Polandia, 1 September 1939, W.H. Auden menulis sajak yang mencatat rasa cemasnya: harapan habis di hari-hari ketika apa yang adil dan tak adil hanya bisa dipecahkan dengan dusta atau perang.</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Kini rasanya dunia merasakan kecemasan yang mirip. Justru karena Yerusalem:</span></p>
<p><span style="color:#101010;">As the clever hopes expire</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Of a low dishonest decade:</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Waves of anger and fear</span></p>
<p><span style="color:#101010;">Circulate over the bright</span></p>
<p><span style="color:#101010;">And darkened lands of the earth.…</span></p>
<p><strong><span style="color:#101010;"><a href="http://tempointeraktif.com/hg/caping/2010/03/29/mbm.20100329.CTP133140.id.html" target="_blank">Goenawan Mohamad</a></span></strong></p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/sejarah/dunia-sejarah/'>Dunia</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/sejarah/'>sejarah</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/category/yahudi/'>Yahudi</a> Tagged: <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/hegel/'>Hegel</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/marx/'>Marx</a>, <a href='http://miftahrahman.wordpress.com/tag/yerusalem/'>Yerusalem</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miftahrahman.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miftahrahman.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miftahrahman.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miftahrahman.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miftahrahman.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miftahrahman.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miftahrahman.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miftahrahman.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miftahrahman.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miftahrahman.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miftahrahman.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miftahrahman.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miftahrahman.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miftahrahman.wordpress.com/1292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miftahrahman.wordpress.com&amp;blog=6882871&amp;post=1292&amp;subd=miftahrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miftahrahman.wordpress.com/2010/03/30/di-yerusalem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cd371edafc8c37a9c42910acd14294c?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">miftahrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://miftahrahman.files.wordpress.com/2010/03/sack_of_jerusalem.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sack_of_jerusalem</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
